Jakarta, 24 Januari 2008 – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE mengatakan, secara efektif pencarian terhadap dua korban serta badan Pesawat Nomad P-833 yang jatuh di Perairan Pulau We, Sabang pada 30 Desember 2007 lalu telah dihentikan, namun Pangkalan Utama TNI AL (Lanal) Sabang tetap memberdayakan dua unit speed boat nya untuk melaksanakan pencarian.
“Kedua speed boat yang dikerahkan oleh Lanal Sabang tersebut, sebenarnya memiliki tugas pokok melaksanakan patroli sehari-hari di sekitar Perairan Ujung Karang, tetapi diberdayakan untuk melakukan pencarian terhadap korban dan badan pesawat Nomad”, katanya.
Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua Tim SAR Pesawat Nomad yang sehari-seharinya menjabat sebagai Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Triwahyudi, bahwa secara resmi pencarian telah dihentikan sejak tanggal 16 Januari 2008. Dan selain tetap mengerahkan dua dari empat speed boat yang dimiliki Lanal Sabang.
Sedangkan hasil pencarian terakhir yang dilakukan, unsur Lanal Sabang mendatangkan kapal dari Jawatan Hidro Oceanografi (Janhidros) dengan teknologi sonar yang mampu mendeteksi sampai kedalaman 120 meter pada posisi 1,5 mil dari lokasi jatuhnya pesawat, namun belum membuahkan hasil.
“Selain melakukan upaya pencarian dengan menggunakan sarana yang dimiliki TNI AL, saya juga melakukan himbauan kepada masyarakat Ujung Karang dan nelayan Sabang, apabila menemukan tanda-tanda ataupun serpihan pesawat agar segera melaporkan ke Lanal”, ujar Danlanal Sabang.
Sementara itu pasca jatuhnya Pesawat Nomad P-833, lanjut Kadispenal Laksma TNI Iskandar Sitompul, SE menambahkan penjelasannya, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) telah melakukan langkah-langkah sistematis agar pesawat udara yang ada siap beroperasi. Langkah tersebut adalah dengan mengurangi jam terbang bagi pesawat Nomad yang masih aktif, dari rata-rata jam terbang 100 jam per bulan menjadi 50 jam per bulan.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut