|
|
|
| Monumen
ini didirikan sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur dalam
Pertempuran Laur Aru tanggal 15 Januari 1962. Dalam pertempuran yang penuh
heroik itu gugur Deputi Kasal Komodor Jos Soedarso, Kapten Laut Wiratno, Kapten
Laut Memet Sastrawiria, Letnan Muda Tjiptadi dan 21 orang anak buah kapal KRI Macan Tutul
lainnya. Disamping itu pembangunan monumen di kota Tegal ini juga bermaksud
untuk mengenang jasa-jasa para pahlawat laut yang telah berjuang di kota Tegal
pada masa Perang Kemerdekaan. | 
|
|
Pendirian
monumen ini dimaksudkan untuk mengenang,
dan menghormati keberanian serta menghargai keberhasilan dan pengorbanan dari anggota
pasukan Corps Marinier Armada IV beserta rakyat setempat dalam pertempuran
melawan tentara Belanda. Pada waktu itu
tentara Belanda menyerang daerah ini melalui darat pada tanggal 4 dan 6 Januari
1949 mereka juga dibantu dengan beberapa sorti pesawat udara P 15 Mustang di
Watukumpul, Pemalang.
| 
|
| Dalam
rangka menghadapi serangan Belanda pada agresi militer pertama tanggal 21 Juli
1947 pasukan ALRI di Cirebon terpaksa memindahkan pertahanannya di luar kota.
Pemindahan kekuatan ini dilaksanakan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama
menuju Yogyakarta dipimpin oleh Kolonel H.P Simanjuntak, gelombang kedua menuju
Indramayu dipimpin oleh Letnan Kolonel Tirtaatmadja sedang gelombang ketiga
menuju daerah Kuningan Utara dan disekitar Gunung Ciremai, dipimpin oleh Kapten
Idma Kartasasmita. | 
|
|
Perjanjian
Renville ditandatangani pada tanggal 18 Desember 1948 oleh Pemerintah Belanda dan
Indonesia. Dengan banyaknya pelanggaran
yang dilakukan Belanda terhadap Perjanjian Renville itu maka Komandan ALRI
Corps Armada III Letnan Satu L.M Abdul Kadir bersama Letnan Satu R. Soetedjo
Ismail membuat rencana strategis yaitu : “ Menetapkan apabila perjanjian
Renville gagal dan Belanda menyerbu maka kesatuan ALRI Corps Armada III akan
langsung menuju route yang telah ditentukan yakni ke daerah Jawa Barat bersama
pasukan Siliwangi di daerah Kuningan dan sekitarnya “ untuk menyusun strategi
dan perang gerilya.
| 
|
|
Monumen
ini dibangun untuk mengenang jasa-jasa perjuangan pahlawan ALRI di Kota Lampung terutama untuk mengenang
peristiwa penyerangan tentara Belanda terhadap pasukan ALRI di Kampung Kotadalam,
Lampung. Peritiwa itu terjadi pada hari Sabtu malam, bertepatan dengan tanggal
19 Mei 1949 saat pasukan tentara Belanda yang dikerahkan dari Pringsewu dengan
petunjuk jalan seorang mata-mata bergerak melalui jalan-jalan pintas dapat
menghindari pertahanan pasukan ALRI di Kampung Guyupan dan langsung
memasuki Kampung Kotadalam.
| 
|
| Pada jaman perjuangan tahun 1945 di
Front Belawan Area, para pemuda Belawan tidak ada yang berleha-leha. Berbekal
senjata seadanya dan dengan dorongan semangat yang menyala-nyala para pemuda di
daerah itu terus berjuang melawan penjajah Belanda. Suatu pengorbanan dalam mewujudkan
cita-cita bangsa untuk bisa melepaskan diri dari belenggu penjajahan. | 
|
| Monumen
ini berupa sosok pesawat patroli maritim
jenis Nomad / P-815 yang sudah berakhir masa baktinya di jajaran TNI
Angkatan Laut. Pada tanggal 22 September 2004 dilaksanakan perakitan dan
pengecatan ulang pesawat dan kemudian diletakkan pada dudukan formasi monumen pada
tanggal 1 Oktober 2004. | 
|
|
Monumen Yasa Wira Perkasa
diresmikan pada tanggal 27 April 2003 oleh Komandan Korps Marinir Mayor
Jenderal TNI Marinir Harry Triyono, sebagai wujud ungkapan penghargaan bagi
para pejuang dan pahlawan korps dalam upaya mengharumkan nama baik Korps
Marinir.
| 
|
|
Monumen Raksa Nusantara
Cakti yang berarti Penjaga Nusantara yang
Sakti mulai dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan oleh Kasal Laksamana
TNI Bernard Kent Sondakh pada tahun 2005.
| 
|
| Monumen Perjuangan Lintas Laut yang berlokasi di Cekik, Gilimanuk ,Bali merupakan
saksi bisu pertempuran laut pertama di Indonesia antara para pejuang Indonesia melawan
tentara Belanda. Pertempuran di Selat
Bali tersebut dipimpin oleh Kapten Markadi. Hal itu diawali dengan kedatangan
tentara Belanda pada tanggal 3 Maret 1946 dengan membonceng Sekutu dan berhasil
mendaratkan pasukannya di Bali. | 
|
Previous Page | Next Page