Contact us      Link     Video          


           
Monumen dan Museum

Current Articles | Categories | Search | Syndication

MUSEUM KORPS MARINIR JAKARTA

Museum korp Marinir Jakarta.jpg

Museum Korps Marinir Jakarta

A.       Riwayat Singkat

 

          Museum Korps Marinir merupakan museum di lingkungan Korps Marinir yang mengoleksi segala material yang digunakan Korps Marinir maupun dokumentasi foto yang menggambarkan kegiatan-kegiatan Korps Marinir dalam menjalankan tugasnya mengawal Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

          Pada tanggal 14 Desember 1960 terbentuk suatu Dinas Sejarah dan Penerangan yang yang termasuk dalam Staf Chusus KKO AL, berdasarkan Surat Keputusan Menteri/Kepala Staf AL No. A.4/6/25 tanggal 14 Desember 1960. Pada tahun 1961-1963, museum dan perpustakaan merupakan bagian dari Sejarah Korps Komando (KKO) AL. Bidang sejarah dalam KKO ini masih menjadi satu dengan Biro Penerangan KKO AL, dengan menggunakan istilah “Bipenseko”.

 

          Pada tanggal 23 Maret 1964 ditetapkan Biro Sejarah KKO AL dalam organisasi Markas Besar KKO AL yang disebut “: Bisedjko” (Bidang Sedjarah Korps Komando) oleh Pejabat Panglima KKO AL Kolonel KKO Herman Boedojo berdasarkan Surat Keputusan Panglima KKO AL Nomor 5401.2 tanggal 23 Maret 1964. Dengan ditetapkannya Biro Sedjarah KKO AL, museum dan perpustakaan melepaskan diri dari Biro Penerangan. Pada tanggal 17 Agustus 1976, Biro Sedjarah/Dinas Sedjarah Korps Marinir (Disjararah Kormar), termasuk eselon pelaksana pusat Mako Kormar berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AL No. Skep/1712/VIII/1976. Tanggal 17 Agustus 1976.

 

          Sejak berdirinya museum dan perpustakaan sampai dengan tahun 1980 menempati gedung Markas Komando AL (mariner) Jalan Prapatan No. 40 Jakarta Pusat. Pada tahun 1980-1990, museum dan perpustakaan dipindahkan ke Ksatrian Kwini, Jakarta Pusat menempati Gedung Pamakenehe menjadi bagian dari Dinas Administrasi Personel Korps Marinir. Selanjutnya pada tahun 1991 museum dan perpustakaan dipindahkan kembali ke Cilandak menempati Gedung Merdeka. Pada tahun 1995 museum masuk kedalam Dinas Penerangan Korps Marinir sedangkan perpustakaan tetap dibawah Dinas Administrasi Korps Marinir. Tahun 2003 museum dipindahkan dari Gedung Merdeka ke Gedung Kantin Prajurit di Cilandak hingga sekarang.

 

B.       Spesifikasi Teknis

 

          Museum yang berlokasi di Kompleks Brigade Infanteri-2 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan ini memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut :

 

          1.       Luas Tanah             : 78 meter X 37.5 meter = 2.925 meter persegi

          2.       Luas Bangunan       : 43 meter X 12 meter = 516 meter persegi

 

          Museum yang sehari-harinya dikelola oleh Dinas penerangan Korps Marinir ini, mengklasifikasi  koleksi benda-benda pajangannya dalam beberapa kategori. Golongan A meliputi peralatan dan perlengkapan kapal, Golongan B meliputi perlengkapan dan perlengkapan kendaraan tempur serta pasukan, Golongan C

meliputi senjata dan amonisi, Golongan D meliputi perlengkapan kaporlap, tanda jasa dan tanda kehormatan, Golongan E meliputi lambing-lambang bendera, Golongan F meliputi vandel, lukisan dan foto tokoh serta Golongan G yang meliputi dokumen dan arsip.


posted @ Monday, August 08, 2011 10:40 AM by

Previous Page | Next Page