|
|
|

Perkembangan lingkungan strategis yang dinamis saat ini telah membawa dampak terhadap perubahan doktrin militer, perkembangan taktik-taktik peperangan maupun kegiatan operasional yang mampu mendukung tugas-tugas di laut. Dinamisasi perkembangan lingkungan strategis dalam negeri yang ditandai oleh berbagai dimensi perubahan besar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan juga perlu disikapi secara bijak dan proporsional oleh TNI AL selaku komponen utama pertahanan negara matra laut. Demikian sambutan Asisten Operasi Kasal Laksamana Muda TNI Agus Suhartono, SE pada Acara Penutupan Sidang Ke-53/2008 Dewan Pengembangan Operasi dan Taktik di KRI Tanjung Nusanive-973 yang sedang sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (5/8).
Lebih lanjut Asops Kasal menegaskan oleh karena itu untuk menghadapi berbagai kondisi tersebut, tidak ada pilihan lain bagi TNI AL untuk selalu menyempurnakan doktrin-doktrin yang dimiliki, baik pada level atau tataran strategis, operasional maupun taktis tentang operasi matra laut yang telah dianut secara terus menerus dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sehingga doktrin yang akan digunakan nanti dapat menjamin ketangguhan satuan operasi laut dalam menghadapi berbagai situasi ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pada sidang Wanbangopstik ini telah berhasil dibahas lima naskah yaitu Bujuktis tentang Penggunaan KRI Dr. Suharso sebagai Kapal Rumah Sakit dalam Operasi Militer, Pengerahan dan Penggunaan Yonmarhanlan, Operasi Pengunduran Amfibi dan Bukjuklak tentang Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut serta Bujuknik tentang Prosedur RAS Tempel untuk KRI Kelas Kapitan Pattimura.
Acara Penutupan Sidang Wanbangopstik ini dihadiri oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Bambang Supeno, Wadan Seskoal, Dan Guspurlabar, Kadispotmar serta Dan Pasmar 2 Jakarta.
Demikian berita Dinas Penerangan Kolinlamil
Previous Page | Next Page