Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu ibarat harimau yang hanya dengan auman saja sudah cukup menggetarkan hati lawan. Dan ibarat hiu dengan menampakkan siripnya sudah membuat lawan ketakutan. Berbagai medan penugasan, perjuangan dan ujian yang paling sulit sekalipun telah berhasil dilalui Korps Marinir TNI AL. Keberanian, keuletan dan ketabahan telah menjadi ciri khas prajurit baret ungu. Jerih payah dan pengorbanan tersebut telah membentuk karakter dan menempatkan prajurit Korps Marinir TNI AL pada posisi yang terhormat.
Pernyataan tersebut dikemukakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H. dalam amanat tertulisnya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-63 Korps Marinir, Selasa (18/11) di Markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.
Selama lebih dari 63 tahun, demikian lanjut orang nomor satu di jajaran TNI AL itu, Korps Marinir TNI AL telah mengabdikan diri dan menjadi salah satu kekuatan strategis TNI dalam menjaga kewibawaan pemerintah dan keutuhan NKRI. Sejak kelahirannya hingga saat ini, Korps Marinir TNI AL telah melalui perjalanan panjang dan berhasil menorehkan sejarah dengan tinta emas. Korps Marinir bahkan telah memenangkan hati, jiwa maupun pikiran rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari setiap kehadiran prajurit Korps Marinir dimanapun berada di seluruh pelosok tanah air selalu disambut hangat oleh seluruh lapisan masyarakat.
Laksamana berbintang empat tersebut mengingatkan pula kepada ribuan prajurit Korps Marinir yang saat itu tengah berparade bahwa dinamikan lingkungan strategik yang berubah serba cepat, menuntut Korps Marinir TNI AL untuk memahami aspek legal dalam setiap tindakan dan memelihara disiplin individu maupun kesatuan, agar mampu mengambil tindakan secara proporsional dalam setiap penugasan guna menghindari tindakan-tindakan yang merugikan dan menyakiti hati rakyat. “ Perkembangan zaman yang sarat dengan ketidakpastian, menuntut kesiapsiagaan prajurit Korps Marinir untuk siap diproyeksikan ke berbagai jenis mandala operasi guna menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI, sebagaimana motto civis pacem parabelum, jika ingin damai harus siap untuk perang” lanjut Kasal
Modernisasi Alutsista
Di bagian lain, Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H.yang juga menjadi Warga Kehormatan Korps Marinir mengatakan, dengan mencermati kemajuan teknologi persenjataan yang semakin pesat, maka alutsista Korps Marinir juga harus dimodernisasi secara bertahap. Sebagai konsekuensi dari kondisi ini, maka setiap prajurit Korps Marinir dituntut untuk akrab dengan setiap perkembangan Iptek, terutama teknologi persenjataan dan informasi, sehingga harapan agar Korps Marinir akan menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu dapat terealisasi sebagaimana motto bahwa Marinir hari esok harus lebih baik dari hari ini. Sedangkan dihadapkan pada tuntutan tugas mendatang yang semakin kompleks dan multidimensi, Korps Marinir harus mampu melakukan langkah-langkah antisipasi melalui upaya-upaya peningkatan kemampuan dan kekuatan secara terencana, terpadu dan berlanjut dengan meningkatkan pembinaan dan latihan secara intensif dengan mengutamakan keamanan serta keselamatan (Zero Accident).
Hadir dalam acara peringatan yang seharusnya digelar pada 15 Nopember 2008 sesuai hari jadi Korps Marinir antara lain Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri, pejabat teras TNI AL, para mantan Komandan Korps Marinir, sesepuh dan warakawuri serta undangan lainnya. Dalam acara ini juga digelar sejumlah demonstrasi ketangkasan prajurit Korps Marinir antara lain beladiri massal dan terjun payung. (Dispen Kormar)