Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

Satgas AL UNI Eropa untuk memerangi Bajak Laut di Somalia

 

Para menteri pertahanan Uni Eropa (UE) telah menyatakan persetujuan untuk menggelar operasi angkatan laut bersama memerangi bajak laut di pantai Somalia dari bulan Desember 2008. Menteri Pertahanan Jerman Franz Josef Jung me-ngatakan bahwa UE akan mengirimkan tiga fregat, sebuah kapal suplai, dan tiga pesawat patroli maritim. Jerman sedang menunggu persetujuan parlemennya untuk melibatkan sebuah fregat dalam satgas tersebut. Spanyol dikabarkan telah menyetujui pelibatan sebuah pesawat patroli maritimnya untuk keperlauan tersebut.

Dasar persetujuan pembentukan satgas tersebut dihasilkan dari pertemuan informal menteri pertahanan UE di Deauville, France, pada tanggal 1 Oktober 2008 dan akan formalisasikan pada pertemuan Dewan Menteri UE 10 November 2008.

Selama ini Uni Eropa mengoperasikan kapal-kapal anti polusi namun hingga saat ini tidak melaksanakan operasi angkatan laut bersama. Pihak Eropa baru sebatas membentuk tim kecil di Brussel yang terdiri dari tiga perwira untuk meng-koordinasikan tindakan-tindakan Uni Eropa di kawasan Somalia.

Namun demikian disana masih terdapat keraguan tentang efektivitas pelibatan angkatan laut terutama keterbatasan aturan pelibatan (rules of engagement). AL Denmark menyatakan kelompok terdiri 10 orang dicurigai bajak laut bulan lalu telah diputuskan tidak dapat dibawa ke peng-adilan Denmark. AL Inggris juga mengalami kasus yang sama, kelompok yang di-indikasikan perompak tersebut tidak dapat diproses hukum karena mereka mengklaim sebagai pencari suaka.

Menteri Pertahanan Prancis French Hervé Morin mengatakan bahwa said 10 negara setuju berpartisipasi dalam Satgas AL UE yaitu Belgia, Prancis, Jerman, Siprus, Spanyol, Lithuania, Belanda dan Swedia. Inggris secara resmi belum menyatakan sikapnya namun besar kecenderungan untuk ambil bagian dalam operasi tersebut.

Inggris diberitakan juga diberitakan bersedia sebagai markas besar misi UE tersebut.

Mr Morin berkata bahwa para menteri berharap NATO juga berperan, terutama Amerika Serikat terlibat dalam satgas tersebut. Ketika ditanya mengapa menteri-menteri pertahanan tidak melaksanakan tindakan segera terhadap insiden-insiden serangan perompakan akhir-akhir ini, Morin beralasan bahwa para menteri telah mengambil tindakan dalam tataran dan kecepatan sesuai dengan kesiapan negara masing-masing. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat melaksanakan operasi dalam skala tersebut dalam beberapa hari, seperti saat perdebatan dirinya dengan Menhan Spanyol Carme Chacon saat menyampaikan inisiatif proyek ini pada 1 Agustus 2008.

Pendanaan misi tersebut didapatkan dari PBB.Koran Prancis, Le Monde melaporkan Paris akan mendorong keluarnya resolusi Dewan Keamanan yang akan memobilisasi dana untuk misi tersebut.©

Aksi bajak laut di perairan Somalia yang mengganggu perdagangan laut kawasan tersebut membuat Uni Eropa gerah. Negara-negara yang tergabung dalam Europe Union (EU) atau Uni Eropa telah membentuk satuan tugas angkatan laut (EU Navy Task Force) untuk memerangi tindakan ilegal kriminal di kawasan hitam tersebut.  

posted @ Tuesday, November 10, 2009 10:00 AM by

Previous Page | Next Page