Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

PEMBERANGKATAN KRI DIPONEGORO-365 SEBAGAI SATGAS MARITIM TNI KONGA XXVIII – A/UNIFIL 2009

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso secara resmi melepas keberangkatan kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Diponegoro-365 yang dilengkapi helikopter BO-105 NV-414 sebagai Satgas Maritim TNI Konga XXVIII UNIFIL 2009 di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at (20/3) untuk melaksanakan operasi penyeberangan dari Indonesia menuju Libanon dan bergabung sebagai unsur Maritime Task Force/MTF 448 UNIFIL dalam rangka melaksanakan tugas sebagai penjaga perdamaian di perairan Libanon selama kurang lebih enam bulan.
 
Pemberangkatan satgas tersebut juga akan dihadiri oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H., dan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Subandrio serta sejumlah pejabat teras TNI lainnya.    
 
Komandan KRI Diponegoro-365 Letkol Laut  (P) Arsyad Abdullah sekaligus bertindak selaku Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-A/UNIFIL 2009 dengan kekuatan seluruhnya 99 orang.
 
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE, menjelaskan Rute penyeberangan yang akan ditempuh dari Indonesia menuju Libanon adalah Surabaya – Jakarta – Belawan – Cochin (India) – Salalah (Oman) – Port Said (Mesir) – Beirut (Libanon) dengan jarak tempuh sejauh 6.555 mil laut.
 
Indonesia untuk pertama kalinya berpartisipasi mengirimkan kapal perang dalam misi perdamaian dunia. KRI Diponegoro merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki TNI AL berjenis korvet kelas "Ship Integrated Geometrical Modularity Approach" (SIGMA) buatan Schelde Naval Shipbuilding, Vlissingen Belanda.
 
Setibanya di Libanon, KRI Diponegoro langsung bergabung dalam Satgas MTF PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) dibawah Comander Task Force (CTF 448) dan beberapa negara telah mengirimkan kapal perangnya seperti Prancis, Turki, Yunani, Italia, Spanyol, Jerman.
 
Sebelum diberangkatkan, KRI Diponegoro dan helikopter N-BO 105 serta seluruh anak buah kapal telah melaksanakan masa pra tugas baik teori maupun manuvra lapangan di Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya. Hal ini merupakan bagian dari proses untuk menghadapi berbagai tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB.
 
Tugas utama KRI Diponegoro sebagai unsur MTF ini adalah mendukung terlaksananya Resolusi PBB 1701 dengan mencegah pemasukan senjata dan material yang berhubungan dengan senjata secara tidak sah ke dan dari Libanon serta membantu Angkatan Laut Libanon dalam menegakkan kedaulatan negaranya sesuai Resolusi PBB secara mandiri. Rencananya KRI Diponegoro akan melaksanakan tugas perdamaian selama enam bulan medio April sampai dengan Oktober 2009 dan akan digantikan dengan kapal kedua, bila diperlukan dan dianggap berhasil dalam misi ini.
 
Untuk pencapaian misi perdamaian, Komandan dan seluruh ABK KRI Diponegoro diharapkan dapat melaksanakan tugas tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab serta tetap memperhatikan keselamatan diri dan material yang telah dipertanggungjawabkan kepadanya dengan menunjukkan profesionalitas prajurit AL dan diharapkan pula dapat membawa nama harum bangsa Indonesia.

posted @ Tuesday, November 17, 2009 7:59 AM by

Previous Page | Next Page