Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

KRI TELUK BAYUR-502 TELAH DIOPERASIKAN LEBIH DARI EMPAT PULUH TAHUN

KRI Teluk Bayur-502 sebagai salah satu unsur kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) sejak akhir Desember lalu usai terlibat dalam kegiatan latihan gabungan TNI tahun 2008 tidak ditugaskan untuk kegiatan operasi angkut pasukan setelah lebih dari empat puluh tahun bertugas di TNI AL. Saat ini kapal perang tersebut sandar di dermaga TNI AL Ujung Surabaya, Jumat (30/10).
           
Kapal perang jenis Landing Ship tank (LST) di bawah pembinaan satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya termasuk salah satu kapal perang yang diusulkan untuk dihapus dari jajaran Kolinlamil. KRI Teluk  Bayur-502 sudah lebih dari empat puluh tahun dioperasikan TNI AL dalam berbagai penugasan operasi dan latihan.
 
Kapal perang  yang sampai saat ini diawaki oleh 95 personel sejak masuk menjadi kekuatan unsur kapal perang TNI AL tepatnya 17 Juni 1961 telah mengemban berbagai penugasan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang  ke berbagai wilayah perairan Indonesia.
           
Berbagai penugasan operasi militer diantaranya ikut  dalam operasi angkutan pergeseran pasukan ke Timor–Timur dan berbagai penugasan ke perairan di Wilayah Indonesia dalam rangka mengakut pasukan untuk penugasan di daerah rawan konflik.
 
Demikian pula  beberapa tahun sebelumnya pernah mendapat tugas untuk membantu kegiatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia diantaranya mengangkut alat-alat berat Departemen Pekerjaan umum dan mengangkut berbagai kebutuhan untuk pemukiman transmigrasi  di  Sulawesi serta kegitan  bantuan sosial lainnya  ke  beberapa pulau lainnya di Indonesia baik di wilayah Timur maupun Barat.
 
Sedangkan dalam kegiatan latihan, kapal perang yang berfungsi sebagai angkut tank dan personel tersebut dalam kegiatan pendaratan amphibi maupun  pendaratan administrasi ikut terlibat dengan berbagai latihan manuver lapangan (Manlap) diantaranya latihan Puncak TNI AL Armada Jaya sampai dengan latihan gabungan TNI yang digelar Desember tahun lalu.
 
Kapal perang yang diproduksi Amerika Serikat tahun 1942 termasuk jenis angkut tank dengan panjang 99,89 meter dan lebar 15,25 meter dengan tonage 2510 ton, pada awal masuk dan dioperasikan Kolinlamil  memiliki kemampuan berlayar sampai dengan 10 knot per jam dan mampu mengangkut  sampai 17 tank dalam kegiatan operasi dan latihan.
 
KRI Teluk Bayur -502 yang telah direpowering beberapa tahun yang  lalu memiliki kemampuan mengangkut sampai dengan 800 personel atau lebih dari dua batalyon tempur dengan segala perlengkapan perorangan dengan pemasangan tenda-tenda pasukan di  geladak utama sebagai salah satu fasilitas akomodasi pasukan.
 
 Kondisi kapal tersebut, pekan lalu telah ditinjau oleh Panglima Kolinlamil  Laksamana Muda  Marsetio, M.M   didampingi Asrena Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Zainudin dan Komandan Satlinlamil Suabaya Kolonel laut (P) Hadi Susilo  di dermaga Ujung Surabaya.
 
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengecek kondisi secara fisik berbagai peralatan  alut sista yang ada di KRI Teluk Bayur-502 mulai dari peralatan navigasi, komunikasi, sampai dengan ruang-ruang pengendali di anjungan kapal serta  fasilitas  kapal mulai dari ruang – ruang akomodasi  anak buah kapal, long room perwira sampai dengan fasilitas untuk pasukan.
 
Secara umum kondisi kapal perang  dan berbagai peralatan lainnya di KRI Teluk Bayur-502 yang sudah dioperasikan oleh TNI AL  lebih dari 40 tahun tidak dapat dioperasikan secara maksimal sesuai dengan  standar  operasi yamg ditentukan, mengingat peralatan yang  ada sudah cukup lama dipergunakan dan dioperasikan. Demikian pula dengan kondisi bangunan kapal  perang, pada beberapa  bagian seiring dengan lamanya usia pakai dan  pengaruh cuaca selama kegiatan operasi banyak  bagian besi baja yang berkarat  dan rusak  baik di geladak maupun bangunan   lainnya
 
Berkaitan dengan  kemampuan berbagai peralatan alut sista dan kondisi bangunan kapal  perang KRI Teluk Bayur-502, saat ini tidak ditugaskan untuk kegiatan operasi  mengangkut pergeseran pasukan maupun tugas-tugas lainnya.
 
Namun sampai saat ini KRI Teluk Bayur-502  tetap dilaksnakan pemeliharaan dan perawatan dalam rangka menjaga  dan mempertahankan daya apung kapal perang .Demikian pula dengan latihan peran-peran diantaranya peran kebakaran dan peran kebocoran tetap menjadi prioritas  utama  bagi personel  pengawak di kapal tersebut dalam rangka mengamankan Alutsista.
 
Hal itu dilaksanakan sesuai dengan arahan Panglima Kolinlamil  Laksamana muda TNI Marsetio, M.M kepada ABK KRI  pada saat  meninjau kapal perang lainnya yang direncanakan akan dihapus dari jajaran Kolinlamil pernah menekankan kepada para Komandan Unsur agar tetap memberikan pelatihan dan meningkatkan kemampuan serta kesiapan personel apabila sewaktu-waktu mendapat tugas untuk mengawaki unsur kapal perang di Jajaran Kolinlamil lainnya.

posted @ Wednesday, June 30, 2010 8:37 AM by

Previous Page | Next Page