Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

SIDANG BAPIMKORTAR AKADEMI TNI - AKADEMI KEPOLISIAN


Selama dua hari terhitung Jumat hingga Sabtu (15/3) Badan Pimpinan Korps Taruna Akademi TNI - Akademi Kepolisian melaksanakan sidang di Gedung Aru, Akademi Angkatan Laut, Bumimoro Surabaya.
 
Perhelatan ini dibuka oleh Komandan Jenderal Akademi TNI Mayjen TNI Marinir Nono Sampono Jumat (14/3) dan dihadiri oleh Gubernur Akmil Mayjen TNI Sabar Yudo Suroso, Gubernur AAL Laksda TNI Sudjatmiko, Gubernur AAU  Marsda TNI Imam Sufaat, S.I.P., Gubernur Akpol Irjen Pol Drs. T. Ashikin Husein.
 
Pada bagian akhir sidang, mereka berkesimpulan bahwa dalam mewujudkan kerjasama yang solid antara TNI, Polri dan masyarakat, diperlukan adanya kemanunggalan antara TNI, Polri dan  masyarakat  sejak dini, yang dimulai pada saat pembentukan prajurit di lembaga pendidikan masing-masing. Upaya pencapaian kerja sama yang solid di antara para taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian serta masyarakat telah berlangsung lama dan diwadahi dalam program Latihan Integrasi Taruna Dewasa (Latsitarda) Nusantra.
 
Latihan Integrasi Taruna Dewasa Nusantara merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkembangkan jiwa dan semangat integrasi antar Taruna, antara Taruna dengan mahasiswa dan masyarakat serta untuk mengenal daerah latihan dengan segala aspek beserta segala potensinya. Latihan ini merupakan realisasi Program Pendidikan Integratif Taruna Dewasa, yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan mentalitas kejuangan, jiwa dan semangat integrasi Taruna serta memupuk kemanunggalan TNI dan Polri dengan masyarakat. Menurut mereka jiwa dan semangat integrasi sangat penting dalam memupuk rasa kekeluargaan dalam diri Taruna Akademi TNI dan Akpol yang sangat berguna sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas ke depan dan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 
 
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Dewasa Nusantara selama ini ditemukan beberapa hal positif yang merupakan wujud nyata Taruna dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan selama pendidikan dan sesuai yang diharapkan dalam sasaran Latsitarda Nusantara. Namun di  dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa program kegiatan yang perlu ditingkatkan secara optimal.
 
Peserta sidang pun berharap agar ke depan terjalin koordinasi yang baik dan jelas terhadap seluruh aspek latihan, baik materi kegiatan, sasaran, wilayah, keadaan geografi, demografi, komunikasi sosial dsb. Dan bila perlu dilaksanakan survei lebih mendalam dan teliti sehingga persiapan dapat dilaksanakan dengan baik.
 
Berkaitan dengan persiapan Latsitarda para peserta sidang berharap agar pembekalan mengenai berbagai hal yang diperlukan dalam menunjang pelaksanaan latihan, seperti keadaan geografi wilayah latihan, potensi SDM maupun SDA, adat istiadat, budaya masyarakat setempat lebih ditingkatkan lagi. Hal ini sangat penting, mengingat latihan akan dilaksanakan di wilayah yang belum dikenal dan asing bagi sebagian besar Taruna dan diharapkan melalui pembekalan yang optimal, pendekatan sosial akan berjalan lebih baik dan materi-materi kegiatan akan lebih optimal karena sudah disesuaikan dengan kedaan di lapangan.
Mereka menilai peran serta mahasiswa dan masyarakat pada Latsitarda tetap sangat diperlukan karena sangat berperan dalam menumbuh-kembangkan kebersamaan yang akan membangun kemanunggalan antara Taruna, mahasiswa dan masyarakat.
Ke depan jenis kegiatan Latsitarda diharapkan akan lebih variatif dibanding sebelumnya. Jenis kegiatan yang baru akan menambah kreativitas, semangat dan motivasi, meningkatkan kinerja sehingga dapat membantu tercapainya tujuan latihan. (Pen AAL)

posted @ Tuesday, March 18, 2008 9:36 AM by

Previous Page | Next Page