Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

LAKUKAN ANTISIPASI, KOBANGDIKAL BERIKAN PENYULUHAN NAPZA PADA PRAJURITNY

 

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan, Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan  Laut (Kobangdikal)  memberikan  penyuluhan tentang Narkotika, Psikotropika dan  Zat Adiktif (Napza)  pada prajurit dan PNS-nya di gedung R.E. Martadinata, kesatrian Kobangdikal, Kamis (26/7).

Sedikitnya 510 orang anggota Kobangdikal baik Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AL Kobangdikal,  mengikuti penyuluhan yang disampaikan Lettu Laut (K) dr. Ricky Masyudha  dan PNS Erny Isrianawati, A.Mk., S.Pd. dari Satuan Kesehatan Kobangdikal.

Menurut Kepala Satuan Kesehatan Letkol Laut (K) Dr. Moh. Samsudin, Sp.M., penyuluhan  Napza  ini  termasuk Pembinaan  dan  Latihan (Binlat)  yang  diberikan dinas bagi anggotanya.  Materi Napza kali ini dimaksudkan agar seluruh personel Kobangdikal mengetahui dan  memahami  secara utuh dan benar tentang bahaya penyalahgunaan Napza, dengan begitu  diharapkan bisa menjaga diri dan keluarga dari bahaya tersebut.

Pada materi pertama  yang  mengusung  materi  tentang  Napza yang dipaparkan PNS Erny, mengatakan bahwa Napza merupakan ancaman dan musuh besar bagi kelangsungan masa depan generasi bangsa.

Menurutnya Napza pada era keterbukaan dewasa ini, penyebarannya sudah masuk ke berbagai sendi  dalam  kehidupan  masyarakat dunia, di Indonesia pun  sudah sampai pada  anak-anak  SD  bahkan TK  dengan  berbagai  kemasan  menarik yang disukai anak-anak seperti permen atau  makan dan minuman ringan lainnya.

“Bila generasi  mudanya rusak,  maka rusaklah bangsa tersebut, oleh karena itu kita harus tetap waspada untuk mengawasi buah hati kita, terutama di luar rumah seperti di lingkungan sekolah dan tempat bermainnya,” pinta Erny.

Napza, lanjutnya merupakan zat kimiawi yang jika dimasukkan dalam tubuh  baik secara oral, diisap, maupun disuntikkan akan dapat mengubah pikiran, perasaan, suasana hati, atau perilaku pemakainya.

Napza dapat digolongkan  menurut efek yang ditimbulkannya  di antaranya depresants,  stimulants dan hallusinogens.  Sementara itu untuk ciri-ciri pengguna Napza, Ia menyebutnya 6 B, yaitu senang Bohong, Bolos, Blo’on, Bego, Bengong dan Bolot.

Adapun tahapan penyalahgunaan Napza dapat digambarkan dengan bentuk piramida mulai dari tahap resiko kecil,  risiko besar,  coba-coba,  kadang-kadang, ketagihan dan sampai mengerucut pada tingkat paling, tahap ketergantungan.

Sementara  itu dr. Ricky Masyudha  yang  mengangkat  materi tentang Efek Narkoba terhadap kesehatan mengatakan bahwa efeknya bisa terasa langsung baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta secara tidak langsung berupa abses pembuluh darah, emboli, infeksi tetanus, blood borne viruses  (HIV, hepatitis) dll .

Penggunaan Napza tanpa alasan medis dan pengawasan dokter, lanjutnya bisa membahayakan pemakainya,  keluarga, lingkungan, bangsa dan negara.  Karena bila generasi mudanya  sudah  rusak, maka bangsa dan negara secara umum akan runtuh karena kehilangan generasi emas untuk meneruskan estafet kepemimpinan bangsa.

“Oleh karena itu, diperlukan kesadaran pribadi, orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama,  pengawasan pemerintah, dan penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan, sehingga generasi bangsa bisa terselamatkan,” terangnya. 

(Pen Kobangdikal)

 

posted @ Friday, July 27, 2012 3:20 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page