Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

35 SISWA POLISI MILITER PUSDIKPOMAL LATTEK OPERASI AMFIBI

Sebanyak 35 Siswa Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpomal) Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) Kobangdikal melaksanakan Latihan Praktek (Lattek) Operasi Amphibi di Pantai Balekambang Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Purboyo, Kabupaten Malang, Jumat (19/10/2012).

Dari jumlah tersebut, 20 orang diantaranya adalah siswa Pendidikan Spesialisasi Perwira (Dikspespa) Pomal, sedangkan 15 orang sisanya adalah Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan ke-32 kejuruan Polisi Militer.

Latttek yang akan berlangsung selama lima hari kedepan ini, dibuka langsung Komandan Pusdikpomal Kolonel Laut (PM) Syahril Bakri, S.H., M.A.P. di Perairan Balekambang Puslatpur Purboyo.

Hadir dalam acara tersebut Komandan Sekolah Perwira (Dansepa) Pusdikpomal Mayor Laut (PM) Hendrawan Setiawan, Komandan Sekolah Tamtama (Danseta) Pusdikpomal Mayor Laut (PM) Rahnmad Pamuji dan pejabat teras Pusdikpomal lainya.

Menurut Danpusdikpomal, Latek yang mengambil medan sesungguhnya (Perairan Pantai –Red) tersebut, diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, yang nantinya sebagai Polisi Militer akan terlibat langsung dalam sebuah operasi Amphibi.

Diawali dari skenario operasi amphibi, lanjut Polisi Militer Angkatan Laut akan membentuk Sub Denpomal di daerah operasi yang bertugas menangani Pengurusan Tahanan Perang (Rustaper) personil lawan.

“Dalam penanganan Rustaper kita sesuaikan dengan hukum Internasional yang telah disepakati dalam Konvensi Genewa agar di kemudian hari tidak ada tuntutan mengenai pelanggaran Hak Asasi Maunusia,” terangnya.

Selain materi kepengurusan Rustaper, dalam Lattek tersebut juga dipraktekkan penegakan disiplin bagi personil TNI yang melakukan tindak pidana selama melaksanakan opersi Militer.

Disimulasikan juga, tindak-tindak pidana dan cara penangananannya seperti mangkir atau disersi dari dinas selama melaksanakan operasi dan tindakan kejahatan lainnya yang merugikan Korps, sehingga dilaksanakan Pengepungan dan Penggeledahan Rumah (Pungdamah) untuk menemukan personil yang telah melaksanakan tindakan desersi.

(Pen Kobangdikal)

posted @ Friday, October 19, 2012 11:31 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page