Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

TETAP SIAGA, PRAJURIT STAF MAKO KOBANGDIKAL LATIHAN DEPUTASI PEMAKAMAN

 

Upacara deputasi pemakaman merupakan upacara penghormatan dari Dinas TNI/TNI AL kepada Prajurit yang telah meninggal atas jasa yang diberikan kepada TNI bangsa dan Negara. Untuk menjaga kesiapsiagaan pada prosesi penghormatan terakhir tersebut, sedikitnya 150 Prajurit Staf Mako Komando Kobangdikal gelar latihan Upacara Deputasi Pemakaman, Rabu (20/2/2013).

Latihan yang disimulasikan sejak dari rumah duka, prosesi pemakaman hingga usai prosesi pemakaman tersebut, dilaksanakan di lapangan apel Staf mako RE Martadinata, Kesatrian Bumimoro Kobangdikal.

Menurut Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Letkol Marinir Abdus Samad disela-sela kegiatan tersebut mengatakan bahwa latihan ini dimaksudkan untuk tetap menjaga kesiapsiagaan prajurit Kobangdikal dalam upaya pemberian peghormatan terakhir pada rekan sejawatnya.

“Kematian adalah rahasia ilahi, kita tidak tahu siapa, kapan dan dimana, sehingga tim deputasi ini harus tetap siaga dan siap digunakan kapan saja, untuk itu perlu penyiapan dan latihan agar dalam pelaksanaannya bisa berlangsung khidmat,” terang Pamen melati  dua asal Madura ini.

 Deputasi pemakaman ini, lanjutnya termasuk salah satu materi yang wajib diketahui oleh setiap personel TNI AL, sehingga masuk kedalam kelompok penyegaran Petunjuk Kerja (Juker) TNI yang didalamnya terdapat P5T.

Adapun P5T adalah Peraturan Penghormatan Militer (PPM), Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Peraturan Disiplin Militer (PDM), Peraturan Dinas Garnizun (PDG), Peraturan Dinas Dalam (PDD) dan  Tata Upacara Militer (TUM).

“Pelaksanaan tata Upacara deputasi pemakaman diatur lebih lengkap dalam Tata Upacara Militer (TUM),” terang Pamen melati dua  dengan korps “Keris Samudra” tersebut.

Menurutnya dalam setiap upacara deputasi pemakaman bagi personil TNI yang meninggal dunia Staf Garnizun dipastikan akan hadir karena sebagai Koordinator, adapun pelaksana (Personil deputasi –Red) berasal dari satuan kerja yang sedang melaksanakan dinas jaga upacara pemakaman.

Untuk personil yang terlibat deputasi jelasnya diawali dari rumah duka, setiap personel yang masuk dalam pejabat upacara tersebut, memiliki tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing seperti pengawal jenasah, pembawa Foto, pembawa karangan bunga dan pengusung Jenasah dan lainnya.

 Sedangkan Personil yang terlibat saat prosesi upacara pemakaman di liang lahat antara lain Inspektur upacara, komandan upacara, perwira upacara, pasukan upacara, tim salvo, pembaca riwayat hidup almarhum dan  pembaca doa.

“Latihan seperti ini harus dilaksanakan berualang-ulang, karena secara sadar atau tidak sadar  tata upacara pemakaman ini sering terlupakan, karena kematian tidak bisa direncanakan, sehingga tetap harus kita latihkan, sehingga tidak kelabakan saat ada kejadian menimpa,” pungkasnya.

(Pen Kobangdikal)

 

posted @ Wednesday, February 20, 2013 8:19 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page