Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

LANAL BENGKULU BERSAMA BASARNAS DAN INSTANSI TERKAIT MELAKUKAN PENGAMANAN KAPAL IMIGRAN ILEGAL ASAL SRILANKA

 

Masalah imigran gelap yang berupaya mendapatkan suaka politik dari suatu negara tertentu merupakan  akibat dari permasalahan keamanan suatau negara yang tak kunjung aman dewasa ini menjadi permasalahan yang mendapat perhatian dari dunia intrernasional, sejak 1951 PBB membentuk organisasi IOM (International Organisation for Migration) yang khusus menangani migrasi. Berbagai cara untuk keluar dari negara asal ditempuh untuk mendapatkan perlindungan.

Wilayah Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia merupakan wilayah perairan yang kerap digunakan sebagai perlintasan menuju negara Australia oleh para pencari suaka dari negara berpolemik seperti Srilanka yang sudah lama dilanda krisis keamanan akibat pemberontakan macan tamil. Pada hari kamis 28 Maret 2013 pukul 09.00 WIB Lanal Bengkulu mendapatkan laporan dari Basarnas Provinsi Bengkulu tentang adanya kapal yang terdampar membawa imigran asal negara Srilanka sebanyak 120 jiwa, informasi tersebut sebelumnya diperoleh dari Basarnas Pusat yang mendapat Laporan dari Negara Australia. Para imigran tersebut menggunakan pesawat yang dapat mengirimkan berita melalui satelit Inmarsat yang dimiliki oleh Negara Australia. Adapun posisi kapal yang diinformasikan berada pada 03º 22’ 67” S - 101º45’90” E (± 1,5 mil). Setelah dilakukan ploting posisi ternyata berada di daerah perairan Air Rami Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.

Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Horas Wijaya Sinaga segera memerintahkan Pasops Kapten Laut (P) Yudho Mewah Angkasa, Dan Unit Intel dan Danposal Mukomuko untuk segera melakukan tindakan pengamanan dan  berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Basarnas, Polsek Mukomuko Selatan, Koramil, KeImigrasian dan Dinas Sosial Pemkab Mukomuko.

Setelah dilakukan pengecekan lapangan bersama masyarakat nelayan ditemukan kapal tersebut di perairan Air Rami Mukomuko dan atas kerjasama masyarakat, Polsek setempat, Basarnas dan Lanal Bengkulu, maka dengan menggunakan perahu nelayan setempat team medis dan beberapa anggota dari instansi terkait diterjunkan untuk mendekat kapal dengan maksud membawa para imigran yang sakit untuk bisa kedarat, untuk melakukan pengobatan. Namun mereka para imigran tidak bersedia untuk dibawa kedarat dengan alasan tidak mau ditangkap dan dideportasi kenegara asalnya, mereka meminta pemerintah Indonesia memberikan pertolongan seperti kebutuhan makanan, bahan bakar dan kesehatan serta meminta ada petugas IOM sebagai jaminan keamanan mereka. Berbagai hal dilakukan untuk bisa memberikan penjelasan agar yang sakit bisa di evakuasi kedarat.

Walaupun keterbatasan bahasa dimana para imigran tidak bisa berbahasa inggris dengan baik akhirnya yang berjumlah 7 orang turun ke darat dengan maksud untuk mengantarkan 1 orang yang sakit. Adapun imigran yang sakit dan mendapat pengobatan dari Puskesmas setempat adalah Nirash (21 Th), yang di dampingi oleh Dinish (27 Th), Raji (P/21 Th), Aswat (3.5 Th) Roxin (25 Th), Chandran (27 Th) dan Kumaran (32 Th). Setelah mereka dimintai keterangan dan mendapat pengobatan mereka diantar kembali ke kapal mereka sekaligus diberikan bekal makanan dan kebutuhan untuk para Imigran tersebut.

Untuk saat ini penangananya diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko dan Pemda setempat, dibantu oleh Lanal Bengkulu, Polsek Mukomuko, Basarnas, dan Imigrasi sambil menunggu kedatangan dari IOM.

(Pen Lanal Bengkulu)

posted @ Sunday, March 31, 2013 12:44 AM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page