Contact us      Link     Video          


           
Berita

Current Articles | Categories | Search | Syndication

11 UNIT HELIKOPTER ANTIKAPAL SELAM AKAN PERKUAT TNI AL

 

Sebelas unit helikopter jenis antikapal selam (AKS) dalam waktu dekat akan memperkuat alutsista jajaran Penerbangan TNI Angkatan Laut. Ini merupakan pertama kalinya militer Indonesia memiliki helikopter AKS setelah terakhir memiliki sekitar tahun 1960-an.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, seusai menerima brevet Penerbang Angkatan Laut dan diangkat sebagai warga kehormatan Penerbangan Angkatan Laut.   Brevet Penerbang Angkatan Laut disematkan secara langsung oleh Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Pertama TNI I Nyoman Nesa dalam acara sederhana yang yang digelar di apron Base Ops, Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Jumat (21/6).

Menurut Kasal secara bertahap paling lambat pada tanggal 5 Oktober 2014, kesebelas helikopter AKS akan perkuat alutsista TNI Angkatan Laut. ”Tahun depan, TNI Angkatan Laut akan memiliki  helikopter AKS. Saat ini masih dalam proses, masih ada dua calon penyedia heli, akan dilelang secara internasional. Hanya saja persyaratannya harus ada sebelas unit helikopter. Diharapkan tahun depan heli tersebut akan datang. Ini pertama kalinya kita memiliki heli AKS setelah terakhir memiliki sekitar tahun 1960-an,” kata Kasal.

Ditambahkannya, bahwa dalam waktu dekat seiring dengan kedatangan helikopter AKS, akan dibentuk skuadron pada baru pada Puspenerbal, yaitu Skuadron 100 AKS, yang nantinya sebagai perkuatan dari kedatangan helikopter-helikopter AKS tersebut. “Kita akan kembali ke kejayaan TNI Angkatan Laut, termasuk kaderisasi calon-calon pengawaknya juga sudah kita siapkan. Pada 5 Oktober 2014 nanti, TNI Angkatan Laut akan menyajikan bagaimana kekuatan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) kita, baik dari unsur Kapal Perang, Pesawat Udara, Koprs Marinir, dan Pangkalan,” jelas Kasal.

Kehadiran Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio di Lanudal Juanda, Surabaya, adalah dalam rangka menerima brevet kehormatan Penerbang Angkatan Laut. Sebelum melaksanakan prosesi penyematan brevet penerbang kehormatan, Kasal terlebih dahulu menjalani prosedur standar operasi Penerbangan Angkatan Laut, yang meliputi: pengecekan kesehatan, menerima briefing dari instruktur, kemudian melakukan preflight inspection dan start engine, dan selanjutnya melaksanakan prosesi menerbangkan pesawat helikopter jenis N-Bell 412 EP HU-419 produksi PT Dirgantara Indonesia dengan rute penerbangan di udara Lanudal Juanda menuju Porong, Sidoarjo, dan kembali ke Lanudal Juanda.

Dalam pelaksanaan menerbangkan pesawat, Kasal didampingi Letkol Laut (P) Muhammad Tohir, selaku pilot sekaligus instruktur. Turut on board dalam penerbangan ini Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut Laksma TNI I Nyoman Nesa, Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Edwin, serta Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Sigit Setiyanta. Penyematan brevet tersebut adalah sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio yang selama ini telah memberikan andil pemikiran guna membangun dan mengembangkan kekuatan TNI Angkatan Laut, khususnya Penerbangan Angkatan Laut.  

Usai menjalani prosesi menerbangkan helikopter, Kasal mengatakan bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang pilot, membutuhkan konsentrasi yang tinggi yang mampu menyeimbangkan antara otak/brain, tangan, kaki, mata dengan tetap memperhatikan kecepatan, ketepatan dan akurasi. ”Itu semua didapat tentunya dengan psikotes khusus sehingga mampu terpilih perwira-perwira penerbang yang terbaik,” ujarnya.

Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio merupakan Kasal kesepuluh sebagai penerima brevet Penerbang Angkatan Laut dan diangkat sebagai warga kehormatan Penerbangan Angkatan Laut.  Kasal sebelumnya yang telah menerima brevet yang sama dan juga diangkat sebagai warga kehormatan Penerbangan Angkatan Laut adalah: Laksamana TNI (Purn) Arief Kushariadi, Laksamana TNI (Purn) Widodo A.S., Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto, Laksamana TNI (Purn) Indroko S., Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan Laksamana TNI Soeparno.

Brevet Penerbang Angkatan Laut diberikan kepada orang-orang yang terpilih untuk diangkat sebagai warga kehormatan Penerbangan Angkatan Laut berdasarkan atas jasa-jasanya yang telah mendukung terhadap pembinaan pesawat udara sebagai salah satu senjata strategis dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Brevet Penerbang Angkatan Laut bukan sekedar brevet yang melekat di dada kanan setiap prajurit penerbang, melainkan kebanggaan dan semangat juang pantang menyerah, serta sebagai bentuk dedikasi untuk selalu mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Turut hadir pada acara tersebut Irjen Kemhan Laksamana Madya TNI Sumartono, Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Aspam Kasal Ir. I Putu Yuli Adnyana, M.H., Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, S.H.,M.Hum. Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Ary Atmaja, Dankobangdikal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Marinir) A. Faridz Washington, dan beberapa pejabat TNI Angkatan Laut lainnya.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

 

 

posted @ Friday, June 21, 2013 4:24 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page