Contact us      Link     Video          


           
Berita

Current Articles | Categories | Search | Syndication

TNI AL SELENGGARAKAN SEMINAR INTERNASIONAL KEAMANAN MARITIM DAN LATIHAN BERSAMA ANGKATAN LAUT ASEAN

TNI Angkatan Laut akan menyelenggarakan kegiatan pada strata internasional berupa “Seminar Internasional tentang Keamanan Maritim” dan “Latihan bersama Angkatan Laut se ASEAN”. Sebagai persiapan awal, pada hari Selasa 18 Desember 2012 lalu di Wisma Elang Laut, Jl. P. Diponegoro No. 48, Jakarta, TNI AL menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion yang diikuti oleh berbagai instansi/elemen baik dari lingkungan TNI maupun instansi pemerintah. Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata partisipasi TNI AL pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dikancah regional maupun Internasional dalam turut menjamin stabilitas keamanan maritim kawasan.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Kasal bidang Operasi (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. tersebut mengambil tema  “Peran TNI AL dalam kerjasama strategi maritim dan kemitraan global untuk meningkatkan kesadaran keamanan maritime melalui penyelenggaraan International Maritime Security Seminar and Multinational Joint Naval Exercise”. Beberapa instansi yang terlibat dari lingkungan TNI terdiri dari Srenum TNI, Sintel TNI, Sops TNI, Kodiklat TNI,Srenal, Spamal, Sopsal, Spersal, Slogal, Puspenerbal, Dispamal, Diskomlekal, Dispenal, Dishidros, Sops Kotama TNI AL, Ditjian Seskoal, Ditjianbang Kobangdikal, Ditrenbang AAL, Pusjianmar Seskoal, Kolatarmatim/bar, Kolatmar, Satkorarmatim/bar, dan Pusoyu Seskoal. Sedangkan dari instansi pemerintah masing-masing Kemenkopolhukam, Kemhan, Kemlu serta, Kemhub.

Dalam kerja sama keamanan maritim, Angkatan Laut merupakan instrumen utama dalam kerja sama antar negara. Hal itu harus mengacu pada kebijakan pertahanan dan luar negeri yang telah digariskan oleh pemerintah dapat menjadi penuntun bagi militer, termasuk Angkatan Laut untuk melaksanakan kerja sama dengan mitranya di luar negeri. Tujuan kerja sama Angkatan Laut tidak boleh dilepaskan dari kepentingan nasional masing-masing negara. Dalam era masa kini, instrumen yang digunakan untuk mengamankan kepentingan nasional tidak lagi sebatas instrumen politik, ekonomi dan militer, namun telah melebar menjadi instrumen militer, intelijen, diplomatik, penegakan hukum, informasi, keuangan dan ekonomi. Bahkan di banyak negara selalu disinkronkan dan diintegrasikan menjadi kebijakan nasional. Begitu pula dengan kebijakan pertahanan dan luar negeri, di mana kedua kebijakan itu senantiasa saling terkait serta dikenal sebagai shaping the environment dalam mengamankan kepentingan nasional. Dalam shaping the environment, Angkatan Laut seringkali menjadi ujung tombak bagi negara-negara maju. Terlebih lagi ketika kondisi lingkungan keamanan masa kini yang sangat dinamis yang ditandai dengan munculnya banyak ancaman dan tantangan terhadap keamanan bersama negara-negara se-kawasan.

Kerja sama multilateral Angkatan Laut memainkan peran penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kerja sama pada level strategis. Upaya tersebut tidak akan mudah dicapai karena akan mencakup tantangan operasional dan peluang dalam mengembangkan serta memperkuat berbagai pola kerja sama multilateral yang lebih efektif dan efisien. Sejumlah tantangan penting yang dihadapi dalam penyelenggaraan kerja sama multilateral antar Angkatan Laut yaitu kompleksitas kerja sama multilateral Angkatan Laut muncul di tingkat strategis ketika pengerahan pasukan Angkatan Laut berada di bawah keputusan politik, akibatnya ada beberapa keterbatasan dalam pelaksanaan operasional. Oleh sebab itu, diperlukan adanya perencanaan awal dan komunikasi konstan/ketat antara negara tuan rumah dengan kemitraannya serta menyelenggarakan latihan table top antar staf guna membangun hubungan, pemahaman dan gambaran umum operasional yang diperlukan.

TNI AL melalui Focus Group Discussion berupaya untuk mendapatkan berbagai masukan dan saran tentang langkah-langkah yang perlu dilaksanakan oleh TNI AL dalam upayanya guna memberikan kontribusi positif kepada dunia dalam turut serta menjamin keamanan maritim baik pada tingkat regional maupun internasional.

Selain itu diharapkan melalui kegiatan Focus Group Discussion ini juga dapat mencapai tujuan dan sasaran berupa terumuskannya kegiatan TNI AL berskala Internasional di TA 2013 dan 2014 dalam turut menjamin stabilitas keamanan maritim kawasan baik regional maupun internasional, terumuskannya konsep penyelenggaraan seminar Internasional tentang keamanan maritim kawasan pada tahun anggaran 2013 yang akan dihadiri oleh peserta manca negara kurang lebih 60 negara, serta terumuskannya konsep penyelenggaraan latihan bersama Angkatan Laut ASEAN pada tahun anggaran 2014 yang diawali dengan kegiatan perencanaan pada tahun anggaran 2013.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut. 

posted @ Thursday, December 20, 2012 12:30 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page