Contact us      Link     Video          


           
Berita

Current Articles | Categories | Search | Syndication

Raimuna Nasional IX Pramuka Saka Bahari : Tanamkan Dunia Kemaritiman Kepada Generasi Muda

Raimuna     Nasional    IX  yang diselenggarakan         pada tanggal         27     Juni sampai  dengan tanggal 7 Juli 2008 di Bumi perkemahan Wiladatikta Cibubur dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melibatkan 13.000 anggota pramuka dari seluruh Indonesia. Raimuna adalah salah satu kegiatan pramuka Penegak dan Pandega yang berusia 16 – 25 tahun yang diadakan setiap lima tahun sekali. Kata Raimuna itu sendiri berasa dari bahasa Ambei, Yapen Waropen, Papua. Rai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama, sedangkan muna adalah daya kekuatan jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Dengan demikian Rai-muna memiliki arti sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai suatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan.
Saat  menyampaikan amanat dalam upacara pembukaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono dengan mengena-kan seragam pramuka mengatakan, “Jaga kehormatan baret coklat yang pramuka kenakan, saya juga mengenakan baret coklat karena ingin menjaga kehormatan pramuka” ujar presiden dalam sambutannya. Menjaga kehormatan pramuka dapat dilakukan  dengan hal-hal yang sederhana dan nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menjauhi aktifitas yang merusak diantaranya penggunaan narkoba, pergaulan bebas dan anarkisme.
Selama penyelenggaraan Raimuna, para peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang telah disediakan panitia untuk menambah berbagai ketrampilan dan menambah wawasan seperti petualangan alam alam terbuka (pantai, laut, gunung dan aero adventure), workshop pemanasan global, perdagangan manusia, HI/AIDS, kesehatan  reproduksi remaja, diversifikasi pangan dan gizi, dan teknologi transportasi. Selain itu juga diberikan berbagai ketrampilan hidup dalam bidang komputer, jurnalistik, broadcasting, budi-daya lebah dan ikan.
Seluruh peserta yang berasal dari daerah seluruh Indonesia dengan latar belakang suku, agama, dan adat istiadat yang berbeda dapat berinteraksi dan saling tukar menukar cerita di sela-sela mengikuti kegiatan dalam latihan keterampilan, belajar kemandirian, dan hidup bersama dalam suasana penuh kekeluargaan serta mengembangkan sikap yang penuh toleran. Raimuna Nasional merupakan momen yang sangat baik sebagai awal pertemuan dan komunikasi sosial antar generasi muda yang berbeda budaya dalam upaya membentuk   kesadaran berbangsa dan bernegara.
TNI Angkatan Laut sebagai pembina pramuka Saka Bahari juga ikut terlibat dan ambil bagian  dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kelautan. Beberapa materi kegiatan digelar oleh Tim Saka Bahari dikoordinir oleh Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) TNI Ang-katan Laut Laksma TNI Suharso Riyadi dan Pembina Saka Bahari Lantamal III Kolonel Marinir Lukman Sofyan (Wadan Lantamal III) dan dikendalikan dari Posko yang bertempat di Sanggar Saka Bahari di komplek bumi perkemahan Cibubur. TNI Angkatan Laut dalam menyelenggarakan kegiatan bagi peserta Raimuna ini melibatkan bebe-rapa pihak seperti Dispotmar, Dispenal, Dislambair Armabar, Lantamal III Jakarta, dan Diswat-persal. Macam-macam  kegiatan yang diadakan antara lain dayung ( kano, perahu karet  dan rakit), layar, petualangan bawah air/selam, open ship di KRI, dan wi-sata Dufan serta pameran kebaharian.
Untuk kegiatan dayung yang bertempat danau Situ Baru Cibubur setiap harinya diberikan pelatihan dayung kano dan dayung rakit. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah ini oleh panitia dibagi dalam delapan sampai sepuluh kelompok  untuk  memudahkan dalam pelaksanaanya. Mereka dilatih untuk membuat rakit sendiri dari bambu dan ban bekas yang diikat dengan tali rafia. Ada kegembiraan yang terpancar dari wajah peserta saat bersama-sama menggotong rakit ke danau. Secara bergantian, dua orang mencoba mendayung rakit ke tengah danau dan beradu cepat dengan kelompok yang lain. Untuk dayung kano, peserta bergantian mencobanya selama 20 menit secara bergantian dengan tetap mendapat pengawasan dari panitia.
Panitia juga membekali para peserta untuk mengenali dunia bawah air dengan latihan selam dasar yang dilaksanakan di kolam renang Jala Tirta, Mabesal. Latihan selam secara singkat selama kurang lebih 6 jam tidaklah cukup, tetapi paling tidak dapat memberikan penge-nalan akan dunia penyelaman dengan alat-alat selam seperti fin dan aqualung serta teknik menyelam yang benar. Di pantai Carnaval Ancol juga dilakukan pengenalan berlayar dan dayung perahu karet. Banyak peserta yang sangat antusias mengikuti acara ini, tetapi ada juga yang masih kurang berani untuk masuk ke laut. Panitia sangat hati-hati dalam menjaga kesela-matan para peserta. Dan untuk lebih mengenal lebih dekat dengan TNI Angkatan Laut, peserta Raimuna Nasional juga diajak berkunjung ke kapal perang/KRI  (open ship)  di dermaga Kolinlamil Jakarta. Selama berada di atas kapal perang  mereka  diperkenalkan dengan perlengkapan kapal termasuk senjata meriam dan  kegunaannya. Kesempatan ini bagi anggota pramuka dimanfa-atkan sebaik-baiknya karena bagi anggota yang berasal dari daerah pedalaman sangat jarang melihat kapal perang.
Di sela-sela mengikuti ke-giatan yang sangat padat, lima orang anggota pramuka juga sempat  menjadi bintang tamu dalam acara Sapaan Pelaut di radio Jalesveva Jayamahe, Dispenal. Kelima orang tersebut berasal dari Aceh, Papua, Bekasi, Kendari dan Jakarta. Dalam wawancara langsung yang dipandu penyiar Patria itu menyampaikan berbagai hal tentang dunia kemaritiman yang diketahuinya.©

posted @ Wednesday, October 21, 2009 7:46 AM by

Previous Page | Next Page