Contact us      Link     Video          


           
Berita

Current Articles | Categories | Search | Syndication

KOLINLAMIL KERAHKAN LIMA UNSUR ANGKUT PASUKAN KE WILAYAH PERBATASAN

Komando Lintas Laut militer (Kolinlamil)   mengerahkan sedikitnya lima unsur kapal perang dalam rangka mendukung kegiatan operasi pergeseran pasukan ke  pulau-pulau  daerah perbatasan Indonesia bagian  timur dan Indonesia bagian Barat serta  ke daerah-daerah yang rawan konflik.
 
Kelima kapal perang tersebut diantaranya  jenis Landing ship Tank (LST) KRI Teluk Amboina- 503,  KRI Teluk Ratai-509, jenis angkut tank  tipe Frosh KRI Teluk Lampung-540 dan KRI Teluk Hading-538 serta  jenis bantuan angkut Personel KRI Tanjung Kambani -971.
 
KRI Teluk Amboina-503 dengan komandan Letkol Laut (P) Joko Sumitro setelah melaksanakan operasi pelayaran melalui beberapa perairan di wilayah Indonesi Timur, saat ini sedang  merapat di dermaga Umum Meraoke Papua untuk melaksanakan debarkasi dan embarkasi salah satu  pasukan dari satuan TNI AD ,Selasa (27/10).
 
Sedangkan KRI Tanjung Kambani-971 dengan Komandan Letkol Laut (P) Bambang Irawan saat ini masih merapat di dermaga Umum Jayapura untuk  melaksanakan embarkasi pasukan yang telah selesai melaksanakan tugas dan debarkasi pasukan yang akan  ditugaskan  di Wilayah Jayapura dan sekitarnya.
 
KRI Teluk Ratai-509 dengan Komandan Letkol Laut (P) Eko Hadriyadi Usodo yang sehari-hari menjabat Wadan Satlinlamil Surabaya telah berangkat  dari dermaga Makasar  setelah melaksanakan embarkasi dua Batalyon dari Satuan TNI AD yang bermarkas di Makassar yang akan mendapat penugasan  pengamanan di perbatasan Papua.
 
Demikian pula dengan KRI Teluk Hading-538  dengan komandan Mayor Laut (P) Nauldi Tangka melaksanakan pelayaran di perairan Indonesia Timur mengangkut pasukan dari satuan TNI AD yang akan ditugaskan dalam rangka pembentukan satuan baru di Gorontalo.
 
Kegiatan operasi pergeseran pasukan, material/logistik yang bersifat administratif, taktis dan strategis di seluruh wilayah Indonesia baik ke wilayah Indonesia bagian Barat maupun wilayah timur sampai dengan pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga serta bantuan operasi bhakti darurat dalam penanggulangan bencana,  merupakan  tugas Pokok Komando Lintas laut Militer.
 
Oleh karena itu untuk mengantisipasi tugas-tugas mendatang, sesuai dengan kebijakan pimpinan Kolinlamil, agar setiap unsur meningkatkan kesiapan Alutsista dan personelnya dengan melaksanakan latihan-latihan berbagai peran diantaranya peran kebakaran dan peran kebocoran yang dilaksanakan di setiap unsur dibawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta  dan Surabaya.
 
Sedangkan bagi personel yang unsurnya dalam masa konservasi berkaitan dengan rencana penghapusan dari jajaran TNI AL, kebijakan pemimpin kolinlamil kepada para komandan unsur agar  tetap membina personelnya dengan melaksanakan latihan  dan pembekalan serta diikutkan unsur yang sedang melaksanakan operasi secara bergantian  dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan sebagai prajurit TNI AL.
  
Dua KRI disiagakan ke Sumbar
 
Posko TNI AL Satgas bencana alam Sumbar di Kolinlamil saat ini masih menyiagakan beberapa unsur KRI diantaranya KRI Dr Soeharso- dan KRI  Teluk Parigi-539 yang saat ini sandar di  dermada kolinlamil dan dermaga pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
 
Dua KRI yang disiagakan tersebut dalam rangka mengantisipasi  operasi angkutan bantuan bencana alam sumbar   berkaitan dengan pembukaan Posko TNI AL satgas bancana Alam sumbar yang diperpanjang sampai dengan 31 Oktober 2009.
 
Posko  TNI AL satgas bencana alam di Kolinlamil jalan pelabuhan Pos sembilan Tanjung Priok  dengan nomor tilpon 44764243  tetap dibuka.  Instansi maupun masyarakat  dapat menghubungi   posko TNI AL apabila membutuhkan angkutan untuk  mengirimkan bantuan ke Sumatra Barat. Namun  sebelumnya agar dikoordinasikan dengan petugas di Posko TNI AL berkaitan  dengan daya muat kapal perang TNI AL.
 
Dua kapal perang tersebut sampai hari ini Selasa (27/10 )  masih sandar di dermaga dalam rangka melaksanakan embarkasi muatan bantuan  ke kapal , dan diperkirakan muatan belum  maksimal sesuai daya muat kapal perang tersebut.

posted @ Wednesday, June 23, 2010 10:11 AM by

Previous Page | Next Page