Contact us      Link     Video          


           
Berita

Current Articles | Categories | Search | Syndication

SISWA DIKMATA MARINIR KODIKLATAL JALANI PENDIDIKAN KOMANDO

 
 

Jelang penutupan pendidikan, Sebanyak 362 prajurit siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AL Angkatan XXXVI/I TA. 2016 kejuruan marinir yan tengah menempuh pendidikan di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) melaksanakan Pendidikan Komando (Dikko).

Pendidikan Komando yang merupakan salah satu materi mutlak yang harus dilaksanakan oleh seorang prajurit marinir tersebut dilaksanakan selama 77 hari dengan lokasi dibeberapa tempat Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir diantaranya Puslatpur Karangtekok dan Asembagus Situbondo, Puslatpur Grajagan Banyuwangi dan Puslatpur Grati di Pasuruan.

Komandan Pusat Pendidikan Infanteri (Danpusdikif) Kodikmar Kodiklatal Kolonel Marinir Muharam Ahmad Fauzi selaku Direktur Latihan menyampaikan bahwa Pendidikan Komando ini merupakan bagian terakhir dari program pendidikan Marinir yang diselenggarakan oleh Pusdikif Kodikmar Kodiklatal. Dikko ini bertujuan untuk membekali dan melatih siswa agar memiliki kemampuan dan ketrampilan tentang taktik dan teknik Pasukan Komando sebagai bekal dalam kedinasan di Satuan Marinir dan TNI AL pada umumnya.

Pendidikan Komando lanjut Pamen melati tiga di pundak ini, sebagai sarana pengikat Korps agar memiliki satu jiwa dan satu hati yang menjadi kebanggaan setiap Prajurit Marinir, akan ditempuh selama 77 hari dan terbagi dalam empat tahap dimana setiap tahap akan melaksanakan problem latihan berbeda dan lokasi yang berbeda pula.

Adapun tahap pertama meliputi ketahanan di laut dan berbagai problem laut hingga jungle survival, tahap ke dua seluruh peserta akan melaksanakan latihan dasar komando mencakup teori maupun praktek ketrampilan, mulai ketrampilan perorangan sampai taktik satuan kecil dan diakhiri mountenering, tahap ke tiga adalah tahap hutan dimana para peserta akan menyelesaikan problem di hutan dan pegunungan, tahap ke empat  akan melaksanakan latihan perang gerilya dan diakhiri dengan tahap lintas medan yaitu peserta akan  berjalan kaki dari Banyuwangi ke Surabaya dengan menempuh jarak 369 km.

(Pen Kodiklatal)

posted @ Thursday, January 12, 2017 2:50 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page