|
Sebagai salah satu komando utama pembinaan dan operasional TNI Angkatan Laut, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) memiliki tugas, peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis yaitu pembinaan kemampuan sumber daya manusia dan kekuatan Armada RI Kawasan Barat serta melaksanakan tugas-tugas operasi secara mandiri maupun gabungan.
Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, dalam sambutannya saat memimpin upacara serah terima jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dari Laksamana Muda (Laksda) TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., kepada Laksamana Muda (Laksda) TNI Sadiman, S.E., di lapangan Arafuru Markas Komando (Mako) Koarmabar Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (21/6).
Selanjutnya Kasal Laksamana TNI Soeparno mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Laut pada hakikatnya merupakan perwujudan dari tuntutan dinamika organisasi yang memiliki makna penting bagi kesinambungan kepemimpinan dalam menjalankan tugas, peran dan fungsi yang diemban. Selain itu, dengan pergantian jabatan, diharapkan tercipta suasana baru, yang dapat memberikan penyegaran dan peningkatan kinerja organisasi, melalui ide-ide cemerlang dan pemikiran baru yang lebih inovatif, konstruktif dan inspiratif. Semuanya itu diharapkan agar roda organisasi terus bergerak menuju kondisi yang lebih baik.
“Dinamika perkembangan lingkungan strategis masih diwarnai dengan masalah-masalah yang terkait dengan perbatasan antar negara, pengamanan alur pelayaran, pelanggaran hukum di laut dan penanggulangan bencana alam. Wilayah tanggung jawab Koarmabar memiliki permasalahan keamanan maritim yang kompleks dan heterogen, wilayah ini juga memiliki sumber daya laut yang potensial, sehingga rawan terhadap tindak kekerasan, bahaya navigasi dan pelanggaran hukum”, jelas Kasal
Menurut Kasal, Koarmabar memiliki peran yang sangat penting dalam rangka penegakan hukum dan menjaga keamanan di laut wilayah barat. Kondisi demikian tentunya harus direspon dengan kesiapan Alutsista, dukungan pangkalan serta tingkat profesionalisme sumber daya manusia yang berkualitas dan handal.
Lebih lanjut Kasal mengatakan meskipun perkembangan ekonomi nasional ada kecenderungan membaik, namun kemampuan pemerintah dalam pengalokasian anggaran pertahanan masih terbatas. Hal ini menunjukkan adanya kondisi yang tidak seimbang antara tuntutan tugas dan sumber daya yang tersedia, sehingga berdampak munculnya keterbatasan yang harus dihadapi. Oleh karenanya, kepada segenap jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat tetap dituntut mengambil langkah-langkah inovatif dan kreatif dengan sumber daya dan anggaran yang tersedia untuk mampu meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan-satuan di bawahnya secara utuh dan terpadu, didukung sistem dan metode yang efektif dan efisien dalam pencapaian pelaksanaan tugas-tugasnya serta pada akhirnya mampu mewujudkan TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani.
Diakhir amanatnya Kasal menyampaikan beberapa penekanan sebagai pengantar tugas dihadapkan kepada tantangan tugas Koarmabar yang semakin kompleks antara lain : Pegang teguh dan amalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit Dan Trisila TNI Angkatan Laut, sebagai landasan pelaksanaan tugas; Pelihara jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, serta hindari tindakan, sikap dan perilaku yang dapat menimbulkan antipati dan menyakiti hati rakyat; Kembangkan kemampuan diri dalam mencapai standar kompetensi dan tumbuhkan motivasi untuk mencapai tingkat profesionalisme prajurit yang dapat memberikan kemampuan terbaik bagi organisasi; Tingkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya yang ada agar program dan kegiatan dapat terlaksana secara optimal; Dalam pelaksanaan tugas, agar selalu memperhatikan keselamatan kerja dengan mempertimbangkan kondisi Alutsista dan cuaca guna mendukung program zero accident; Aplikasikan nilai-nilai semangat baru TNI Angkatan Laut dalam kehidupan intern kedinasan maupun lingkungan keluarga.
(Dispenarmabar)
|