|
|
|
 |
Sebanyak 351 Perwira Pertama TNI AL yang lolos saringan masuk, berhak mengikuti Pendidikan Spesialisasi (Dikspespa) dan Pendidikan Dasar Kecabangan (Diksarcab) yang dibuka langsung Dankobangdikal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo di Gedung Moeljadi, Kesatrian Bumimoro, Kobangdikal, Surabaya, Senin (16/7).
351 Pama pangkat Lettu yang berasal dari berbagai satuan kerja di lingkungan TNI AL tersebut, 24 orang diantaranya adalah anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal). Mereka akan menempuh 10 program pendidikan spesialisasi dan Dasar Kecabangan.
Kesepuluh program pendidikan tersebut antara lain Dikspespa Pelaut diikuti 72 orang, Dikspespa Teknik 60 orang, Dikspespa Senjata dan elektronika 37 orang, Dikspespa Suplai 18 orang, Dikspespa Hukum 5 orang, Dikspespa Kesehatan 31 orang, Dikspespa Hidros 12 orang, Dikspespa Personel 58 orang, Dikspespa Pendidikan 32 orang dan Diksarcab Marinir 26 orang.
Menurut Komandan Kobangdikal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo mengatakan bahwa Pendidikan spesialisasi dan dasar kecabangan merupakan Pendidikan pengembangan awal bagi seorang Perwira Pertama (Pama) dan akan dilaksanakan selama lima sampai enam bulan kedepan.
Adapun tujuan pendidikan tersebut, lanjutnya adalah untuk membentuk Perwira Muda TNI AL yang berjiwa pejuang Sapta Marga, memiliki kesamaptaan yang baik, profesionalisme matra laut dan mampu secara aplikatif melaksanakan tugas di lapangan serta mampu mengemban tugas sebagai Kasi, Kasubsi atau Perwira Divisi di masing-masing korps baik di KRI maupun pendirian darat.
Sementara itu untuk Diksarcab Marinir, selain menjadi pejuang Sapta Marga, dan profesionalisme sesuai kecabangan masing-masing, disiapkan mampu mengemban tugas sebagai Komandan Kompi dan staf Batalyon serta jabatan lain yang setingkat dari lima dasar kecabangan Infanteri, Kavaleri, Zeni, Artileri, dan kecabangan Angkutan, Perbekalan, dan Peralatan (ABP).
“Pendidikan pengembangan Spesialisasi ini, dilaksanakan guna memberikan pembekalan dan pemantapan profesi serta integritas pribadi para Perwira TNI AL agar memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi wawasan dan cakrawala jauh ke depan,” terang Dankobangdikal.
Lebih lanjut Dankobangdikal berharap, para Perwira Siswa mampu menyeimbangkan nilai antara Behaviorisme (belajar sebagai proses perubahan waktu), Kognitivisme (belajar sebagai proses perubahan berfikir dan kontruktivisme (belajar sebagai proses kontruksi pengetahuan secara mandiri sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sosial).
“Peningkatan kualitas Perwira TNI AL sangat diperlukan sebagai pengawak organisasi guna mewujudkan postur TNI AL yang handal dan disegani,” pungkasnya.
Mantan Kasarmatim ini menekankan agar seluruh peserta didik mengikuti secara serius dan sunguh-sungguh, pendidikan jangan hanya dilaksanakan sekedar mengejar syarat untuk mendapatkan ijazah untuk kenaikan pangkat belaka, namun harus didasari kesadaran untuk memperbaiki kualitas diri dengan memperkaya ilmu pengetahun dan keterampilan khusus lainnya.
Dalam kesempatan tersebut dihadiri pula Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Marinir P. Verry Kunto. G, S.H, Komandan Komando Pendidikian Operasi Laut (Dankodikopsla) Laksamana Pertama TNI Yayat Achmad Hadirat, M.Si (Han), para Direktur Kobangdikal, para Komandan Kodik dan Pusdik serta pejabat teras di lingkungan Kobangdikal lainnya.
(Pen Kobangdikal).
|
Previous Page | Next Page