Contact us      Link     Video          


           
Monumen dan Museum

Current Articles | Categories | Search | Syndication

MONUMEN BAHARI TEGAL

Monumen Bahari Tegal

A.       Riwayat Singkat

Tegal dikenal sebagai Kota Bahari karena selain secara geografi terletak di pesisir Pantura Jawa Tengah, kota ini juga menjadi tempat didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai cikal bakal dari pembentukan  TNI Angkatan Laut saat ini. Heroisme para pendahulu BKR yang berintikan pemuda-pemuda dari komponen bangsa saat itu antara lain mantan Kaigun Heiho, karyawan Jawa Unko Kaisha, dan siswa serta guru Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) Tegal telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia hingga di kemudian hari menjadi TNI Angkatan Laut.

Selain perwujudan penghargaan terhadap pendahulu yang meletakkan dasar kebaharian di Tegal, pembangunan Monumen Bahari merupakan sarana mengenang peristiwa bersejarah sebagai upaya pewarisan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa kepada generasi muda dalam mengisi pembangunan nasional selanjutnya.  Sejarah juga mencatat bahwa di kota ini pada tanggal 15 November 1945 dibentuk “ Corps Mariniers “ dan selanjutnya setiap tanggal tersebut dijadikan sebagai hari ulang tahun Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Dengan pembangunan Monumen Bahari ini diharapkan akan dapat memberi kan banyak manfaat, tidak hanya sebagai bangunan monumental kota Tegal semata, namun yang terpenting adalah sebagai tempat untuk membangun nilai-nilai perjuangan bangsa maupun nilai-nilai bahari, utamanya bagi generasi muda dan sekaligus juga dapat menjadi simbol kota Tegal sebagai kota bahari. Monumen ini diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdijatno, S.H., pada tanggal 20 Desember 2008.

B.       Spesifikasi Teknis

Lokasi Monumen Bahari ini terletak areal di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi, dengan luas bangunan 5.000 meter persegi. Bangunan fisik monumen terdiri atas berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sudah tidak terpakai. Alat-alat tersebut merupakan sumbangan dari TNI AL, antara lain berupa kendaraan tempur tank PT 76, kendaraan tempur Pintam BRDM, pesawat udara Nomad N-22, meriam darat, bouyance, lampu navigasi, jangkar dan rantai, ranjau tanduk, serta torpedo MK 44.




posted @ Wednesday, August 10, 2011 11:44 AM by

Previous Page | Next Page