Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

PERTEMPURAN LAUT ARU SEBAGAI PENGGELORA DALAM OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN POTENSI PULAU-PULAU TERDEPAN DAN DAERAH PERBATASAN GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NKRI



BAB I

PENDAHULUAN

1.               Umum.

a.               Pertempuran laut aru adalah salah satu pertempuran laut yang pernah di alami oleh TNI AL yang dapat mengobarkan semangat seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan peristiwa gugurnya Komodor Yos Sudarso makin meningkatkan gelora perjuangan untuk mengusir Kolonial Belanda dari ibu pertiwi.

b.               Dengan semangat pertempuran laut aru yang bertujuan untuk merebut kembali daerah Irian Barat dari Kolonial Belanda akan dapat menjadi penggelora semangat baru dalam meningkatkan optimalisasi potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan NKRI.

c.               Pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan memiliki potensi yang sangat besar yang selama ini belum terkelola secara optimal, sehingga hasil yang dicapai belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI khususnya masyarakat nelayan dan masyarakat di daerah perbatasan.

d.               Besar dan beragamnya potensi Kelautan NKRI, yakni memiliki ± 17.504 pulau dengan panjang garis pantai ± 81.000 km dan ± 5,8 juta km2 laut atau sebesar 70% dari luas total luas NKRI. Potensi tersebut tercermin dari besarnya keanekaragaman hayati, potensi budidaya perikanan pantai, laut dan pariwisata bahari. Tetapi sayangnya baru sebagian kecil saja potensi yang dimanfaatkan.1

e.               Pengelolaan pulau terdepan dan daerah perbatasan perlu dilakukan dengan pertimbangan;

1)              Untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI serta meningkatkan kesejahteraaan masyarakat di wilayah perbatasan dengan memperhatikan keterpaduan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, pertahanan keamanan dan sumber daya manusia.


1.      Budiharsono, Pemberdayaan Wilayah Pesisir, tahun 2001 hal.3, diunduh dari http://www.damandiri.or.id/file/ evirahmaliaipbbab2.pdf, bulan September 2010.

2)              Pulau-pulau terdepan memiliki nilai strategis sebagai titik dasar dari garis pangkal kepulauan Indonesia terutama dalam penetapan wilayah perairan Indonesia, ZEEI dan landas kontinen Indonesia.

3)              Kesenjangan kondisi kehidupan begitu besar antara pulau-pulau kecil terdepan dan wilayah perbatasan dengan wilayah lainya dapat berpotensi menimbulkan konflik baik internal maupun eksternal.

4)              Globalisasi pada  batas batas tertentu berpotensi menjadi ancaman bagi kepentingan NKRI.

5)              Terjadinya reorientasi stategi pembanguanan di daerah perbatasan dan orientasi keamanan (security approach) menjadi orientasi kesejahteraan/pembangunan (proshperity development aproach).2

f.                Dalam mengoptimalkan potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadahi agar dapat menunjang tujuan utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI.

2.               Maksud Dan Tujuan.

          a.       Maksud.

          Maksud dari penulisan karya tulis ini adalah untuk memberikan masukan  kepada pemimpin  dalam menentukan kebijakan Nasional yang lebih tepat sasaran dalam mengoptimalkan potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan masyarakat daerah perbatasan.

          b.       Tujuan.

Tujuan penyusunan karya tulis ini adalah agar kesejahteraan masyarakat nelayan dan masyarakat daerah perbatasan dapat ditingkatkan sehingga seluruh komponen masyarakat dapat membina kehidupan untuk mencapai tujuan NKRI, menuju masyarakat adil dan makmur baik material maupun spiritual.


2.     Ikhwanuddin, Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Antar negara , hal. 7 yang diunduh dari http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:IptpGzBP_yYJ:www.bappenas.go.id/get-file-server/node/2512/+ Pengelolaan+pulau+terluar+dan+daerah+perbatasan+perlu+dilakukan+dengan+pertimbangan, bulan Oktober 2010.

3.               Metode Dan Pendekatan.

          a.       Metode.

Dalam menyusun karya tulis ini, penulis menggunakan metoda deduktif.

          b.       Pendekatan.

          Dalam menyusun karya tulis ini, penulis menggunakan  pendekatan komprehensif integralistik  dengan berbagai macam literatur.

4.               Ruang Lingkup Dan Tata Urut.

          a.       Ruang Lingkup.

                              Ruang lingkup dari penulisan dari karya tulis ini adalah potensi pulau pulau terdepan dan daerah perbatasan yang meliputi :

1)              Peningkatan sumber daya manusia.

2)              Penyediaan sarana dan prasarana.

3)              Optimalisasi pemberdayaan potensi.

b.       Tata Urut. Tata urut dari penulisan Karya Tulis adalah sebagai berikut:

          BAB     I         Pendahuluan.

1.               Umum.

2.               Maksud dan tujuan.

3.               Metode dan pendekatan.

4.               Ruang lingkup dan tata Urut.

5.               Pengertian.

BAB     II        Landasan  pemikiran.

6.               Landasan yuridis.

7.               Landasan teoritis.

BAB    III       Kondisi potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan saat

ini.

8.               Kondisi pulau-pulau terdepan.

9.               Kondisi daerah perbatasan.

10.           Persoalan yang dihadapi.

BAB     IV       Faktor yang mempengaruhi

11.           Eksternal

12.           Internal

13.           Peluang dan kendala

BAB     V        Kondisi yang diharapkan.

14.           Pulau-pulau terdepan

15.           Daerah perbatasan.

BAB     VI       Pemecahan masalah

16.           Kebijakan

17.           Strategi

18.           Upaya-upaya

BAB     VII      Penutup

19.           Kesimpulan

20.           Saran

5.               Pengertian.

a.               Kemaritiman yang berdasarkan pada termonologi adalah mencakup ruang/wilayah permukaan laut, pelagik dan mesopelagik yang merupakan daerah subur di mana pada daerah ini terdapat kegiatan seperti pariwisata, lalu lintas, pelayaran dan jasa-jasa kelautan.3

b.               Pariwisata adalah sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian dan bergeraknya orang-orang asing keluar masuk suatu kota, suatu daerah ataupun suatu Negara.4

c.               Pulau adalah daerah daratan yang terbentuk secara alami, dikelilingi oleh air dan ada di atas permukaan air pada saat air pasang.5

d.               Cottage dalam bahasa Inggris a small, modest house at a lake, mountain resort, etc., owned or rented as a vacation home (www.infoplace.com). Arti dalam bahasa Indonesia adalah sebuah bangunan yang menyediakan fasilitas penginapan berupa pondok-pondok peristirahatan dan menyediakan berbagai   fasilitas untuk berekreasi yang berlokasi di daerah tebing tepi laut dengan pemandangan alam yang sangat indah.6


3.      Sekretariat Dewan Maritim Indonesia, Kekakayaan Negeriku, Negara Maritim, tahun 2007 hal. 1.

4.      Herman V. Schulard. Pariwisata Pariwisata pulau Dewata, tahun 2003  hal. 7, diunduh dari http://digilib.petra. ac.id/ jiunkpe/s1/ars4/2003/hotel_cottages-chapter1.pdf. bulan Oktober 2010.

5.      Laporan Departeman Kelautan dan  perikanan, Perumusan Kebijakan Strategi Pengamanan Wilayah Nasional, tahun 2007 hal.8.

6.      Herman V. Cshulard, Op cit, hal. 8.

e.       Negara Kepulauan (archipelagic state) adalah negara yang terdiri atas sekumpulan pulau-pulau, perairan yang saling bersambungan (interconnecting water) dan karakteristik alamiah lainnya dalam pertalian yang demikian erat sehingga membentuk suatu kesatuan intrinsik geografis, ekonomis, dan politis.

("archipelagic State" means a State constituted wholly by one or more archipelagos and may include other islands; "archipelago" means a group of islands, including parts of islands, interconnecting waters and other natural features which are so closely interrelated that such islands, waters and other natural features form an intrinsic geographical, economic and political entity, or which historically have been regarded as such).7







BAB II

LANDASAN PEMIKIRAN

6.       Landasan Yuridis

a.       Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Pasal 13 ayat 2 “Urusan pemerintahan provinsi yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk  meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan.

b.       Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 tahun 2005  tentang Pengelolaan pulau-pulau kecil terluar.

Pasal 2

Pengelolaan pulau-pulau kecil terluar dilakukan dengan tujuan:

a.       Menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, keamanan nasional, pertahanan Negara dan bangsa serta menciptakan stabilitas kawasan.

b.       Memanfaatkan sumber daya alam dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan.

c.       Memberdayakan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan.

Pasal 5

1.       Pengelolaan pulau-pulau kecil terluar dilakukan secara terpadu antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

2.       Pengelolaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi bidang-bidang:

a.       Sumber daya alam dan lingkungan hidup.

b.       Infrastruktur dan perhubungan.

c.       Pembinaan wilayah.

d.       Pertahanan dan keamanan.

e.       Ekonomi, sosial dan budaya.

3.       Pengelolaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

c.       Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pasal 3

Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya bertujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia.

Pasal 4

Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya merupakan tanggung jawab dan kewajiban Pemerintah serta masyarakat.

d.       Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pasal 4

Sasaran pengelolaan lingkungan hidup adalah :

a.       Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.

b.       Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup.

c.       Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.

d.       Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.

e.       Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.

f.        Terlindunginya Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

e.       Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.

Pasal 4

Kedaulatan Negara Republik Indonesia di perairan Indonesia meliputi laut teritorial, perairan kepulauan dan perairan pedalaman serta ruang udara di atas laut teritorial, perairan kepulauan dan perairan pedalaman serta dasar laut dan tanah di bawahnya termasuk sumber kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.

7.       Landasan Teoritis.

a.               Management,  ensiklopedia bebas, Wikipedia bahasa Indonesia, diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen, bulan Oktober 2010.

1)       Fungsi manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Menurut Henry Fayol lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi dan mengendalikan dan  telah diringkas menjadi empat fungsi manajemen yaitu:

a)              Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber daya alam yang dimiliki.

b)              Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil yang mempermudah dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi.

c)               Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

d)              Pengendalian (controlling) adalah pengendalian dari setiap proses pekerjaan sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telahditentukan.

b.              N. Nahyar,  Pariwisata, Universitas Sumatra Utara, Bab II.

1)       Peranan Obyek Pariwisata.

 Sebelum wisatawan mengunjungi obyek pariwisata, maka perlu mengetahui terlebih dahulu tentang keadaan obyek yang akan dikunjunginya, seperti :

a)              Fasilitas transportasi yang akan membawanya dari dan daerah tujuan wisata yang ingin dikunjunginya.

b)              Fasilitas akomodasi yang merupakan tempat sementara tinggal di daerah tujuan wisata yang dikunjunginya.

c)               Fasilitas tempat makan dan minum yang lengkap dan sesuai dengan selera wisatawan tersebut.

d)              Obyek dan atraksi wisata yang ada di daerah tujuan yang akan dikunjungi.

e)              Aktifitas rekreasi yang dapat dilakukan di tempat yang akan di kunjungi.

f)                Fasilitas perbelanjaan.

Sedangkan untuk mengunjungi obyek pariwisata yang perlu dikembangkan adalah :

a)              Obyek wisata.

b)              Sarana dan prasarana wisata

c)               Promosi obyek pariwisata

d)              Pelayananan terhadap wisatawan

2)       Kerangka Berfikir.

Dalam mengembangkan kegiatan pariwisata untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, maka kerangka berfikir dapat digambarkan sebagai berikut:

Peranan Obyek Pariwisata  

1. Pendapatan masyarakat

2. Lapangan kerja

3. Perkembangan aktivitas ekonomi

1.     Obyek Wisata

2.     Sarana dan Prasarana Wisata

3.     Promosi Obyek Pariwisata

4.     Pelayanan terhadap wisatawan

Pengembangan Ekonomi Lokal


c.               Seruan Sunda Kelapa yang dicanangkan oleh Presiden Megawati.

Pada tanggal 27 Desembar 2001, dalam rangka upacara peringatan Hari Nusantara tahun 2001, bertempat di pelabuhan rakyat Sunda Kelapa Jakarta, telah dicanangkan “Seruan Sunda Kelapa” oleh Presiden RI Megawati Sukanoputri yang pada intinya meliputi 5 pilar program dalam pembangunan untuk menuju negara maritim sejati. Adapun 5 pilar program tersebut secara lengkap dapat dikemukakan sebagai berikut:

1.       Membangun kembali wawasan bahari melalui;

a)       Pendidikan Nasional.

b)       Perencanaan pembangunan yang seimbang antara matra darat dan laut.

c)       Pengembangan dan upaya lain untuk memasyarakatkan nilai-nilai budaya bahari.

2.       Menegakkan kedaulatan secara nyata di laut, melalui:

a)       Peningkatan kemampuan pertahanan, keamanan dan penegakan hukum di laut.

b)       Partisipasi masyarakat.

3.       Mengembangkan industri dan jasa maritim secara optimal dan lestari bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, antara lain:

a)       Perikanan, yang meliputi budidaya, penangkapan secara terkendali dan pengolahan hasil perikanan.

b)       Wisata bahari.

c)       Pelayaran nasional, penerapan asas cabotage, pembangunan armada dan pemberdayaan pelayaran rakyat.

d)       Energi dan sumber daya mineral, dengan lebih mengintensifkan eksplorasi dan eksploitasi dasar laut termasuk landas kontinen.

e)       Industri perkapalan, konstruksi dan bangunan laut serta pantai.

4.       Mengelola kawasan pesisir, laut dan pulau kecil untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi secara serasi dan berkelanjutan.

5.       Mengembangkan hukum nasional di bidang maritim.






BAB III

KONDISI POTENSI

PULAU TERDEPAN DAN DAERAH PERBATASAN SAAT INI

8.               Kondisi Pulau Terdepan Saat Ini.

Kondisi pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan wilayah laut Negara lain dapat jelaskan sebagai berikut:

a.               Yang berbatasan dengan Negara India.

1)              Pulau Rondo.

a)              Geografi.

Lokasi berada pada koordinat 06° 04’ 30” LU ; 95° 06’ 45” BT. Jarak pulau dari Sabang ± 19 nautical mil, luas pulau ± 4 km2, memiliki gradien pantai yang curam dengan material pembentuk pantai berupa batu dan karang. Panjang keliling pulau Rondo ± 2,5 km, panjang Barat - Timur ± 0,894 km, panjang Utara - Selatan ± 0,651 km, titik tertinggi berada pada 120 mdpl

b)              Penduduk.

Pulau Rondo tidak berpenduduk.

c)               Potensi.

Perairan pulau Rondo memiliki potensi perikanaan yang cukup besar. Beberapa  tempat di pulau Rondo memiliki kandungan belerang. Vegetasi Rondo berupa pohon kelapa, ketapang, palem, rotan dan belukar. Fauna yang banyak terlihat adalah jenis burung-burung, seperti gagak elang, camar dan beberapa jenis lainnya. Biawak dan ular juga sering dijumpai, terutama di bagian tepi pulau.8


8.   Garis Depan Nusantara, ekspedisi 92 pulau terluar, yang diunduh dari http://www. garisdepannusantara.org/content/blogsection/2/40/, bulan September 2010.

d)              Sarana dan Prasarana.

Saran dan prasarana di pulau Rondo belum tersedia.

b.              Yang berbatasan dengan Negara Vietnam.

1)              Pulau Sekatung.

a)              Geografi.

Berada pada koordinat 04° 47’ 38” LU; 108° 00’ 39” BT, merupakan bagian dari wilayah kecamatan pulau Laut, kabupaten Natuna, provinsi Kepulauan Riau. Luas pulau ± 1,65 km2.

b)              Penduduk.

Pulau Sekatung tidak berpenduduk.

c)               Potensi.

Pulau Sekatung memiliki sumber mata air. Merupakan  salah satu pulau yang memiliki kekayaan sumber daya laut dari berbagai jenis ikan yang melimpah serta panorama bawah laut dengan beragam terumbu karang yang indah, dapat dengan mudah ditemukan di perairan pulau ini. Jenis flora yang terdapat di pulau Sekatung meliputi rumput, semak, ketapang dan Kelapa. Sedangkan jenis fauna meliputi elang laut dan biawak.

d)              Sarana dan Prasarana.

Saat ini (tahun 2010) telah dilaksanakan pembangunan dermaga serta terdapat pos keamanan TNI dan dijaga oleh  lima orang personel TNI AD.9

c.               Yang berbatasan dengan Negara Singapura.

1)              Pulau Nipa.

a)              Geografi.

Posisi berada pada 01° 09’ 13’’ LU ; 103° 39’ 11’’BT, dengan luas Pulau ± 0,6 km2, pulau Nipa merupakan bagian kecamatan Belakang Padang, kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Geologi  pulau Nipa dengan tanah berpasir dengan topografi pantai landai.

b)              Penduduk.

Pulau Nipa tidak berpenduduk.

c)               Potensi.

Kondisi flora berupa semak sedangkan beberapa jenis fauna meliputu camar dan elang laut. Pulau Nipa memiliki pantai yang indah sebagai obyek wisata.

d)              Sarana dan Prasarana.

Terdapat sarana bantu Navigasi berupa  Mercusuar setinggi 30 meter serta pos keamanan TNI AL dengan personel 6 orang Marinir. Penambangan pasir laut telah menyebabkan pulau ini menyusut hingga 3 meter. Pada tahun 2004 Presiden Megawati mereklamasi pulau ini. Setelah reklamasi dilakukan, luas pulau Nipah bertambah ± 0,06 km2.10

d.              Yang berbatasan dengan Negara Malaysia.

1)              Pulau Berhala.

a)              Geografi.

Posisi berada pada 03° 46’ 00” LU; 099° 29’ 00” BT, luas pulau ± 14,8 Ha, di pulau Berhala telah dibangun pos pembantu TNI AL. Pulau ini terletak di selat Malaka, masuk kedalam wilayah administrasi kabupaten Serdang Bedagai. Pulau Berhala beriklim tropis yang dipengaruhi oleh suhu udara dan angin laut sehingga keadaan musim sering tidak menentu dimana pada musim kemarau masih diselingi hujan. Temperatur tertinggi mencapai 40 derajat celcius dan temperatur terendah mencapai 24 derajat celcius dan temperatur rata-rata 36 derajat celcius. Keadaan angin periode bulan April s.d. Juli adalah angin dari barat menuju timur dengan kecepatan rata-rata 2 s.d. 4 knot pada siang hari dan 3 s.d. 5 knot pada malam hari. Pada periode bulan Agustus s.d. Desember arah angin dari Tenggara menuju Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 3 s.d. 5 knot pada siang hari dan 5 s.d. 7 knot pada malam hari.

 

b)              Penduduk.

Pulau ini berpenghuni tidak tetap, terdapat beberapa personel TNI AL dan Marinir dari Lantamal I Belawan (TNI AL 6 orang dan Marinir 24 orang) serta  dua  orang petugas navigasi penjaga mercusuar.

c)               Potensi.

Terdapat jenis flora meliputi Pohon keras dan semak belukar serta jenis fauna meliputi biawak, kadal, burung laut dan penyu. Sumber air  berasal dari sumur air tawar.

d)              Sarana dan Prasarana.

(1)            Pos pembantu TNI AL dengan luas bangunan 10 x 7 meter dengan bahan bangunan dari kayu dan batu.

(2)            Gedung milik Pemkab Serdang Bedagai luas bangunan 12 x 12 meter dengan bahan bangunan batu. (sementara ditempati Satgas Marinir pulau terluar).

(3)            Dermaga milik Pemkab Serdang Bedagai yang berukuran 3 x 65 meter dengan bahan bangunan kayu dan beton. (berbahaya disandari kapal karena tidak ada penahan ombah di sekitar dermaga).

(4)            Gedung milik Dinas perhubungan/Distrik Navigasi Belawan luas bangunan 10 x 6 meter. Bangunan lampu navigasi/suar ini berada di puncak pulau Berhala.11

e.               Yang berbatasan dengan Negara Filipina.

1)              Pulau Marampit.

a)              Geografi.

Pulau Marampit terletak di laut Sulawesi bagian timur termasuk dalam wilayah kecamatan Nanusa, kabupaten Talaud, provinsi Sulawesi Utara dengan koordinat 04° 45’ 18” LU ; 127° 08’ 32 “ BT dan berbatasan langsung dengan Negara Filiphina. Luas pulau Marampit ± 12 km 2.

b)              Penduduk.

Jumlah penduduk ± 1.436 jiwa dengan mata pencaharian penduduk adalah berkebun dan nelayan.

c)               Potensi.

Memiliki potensi hasil bumi berupa kopra, pala dan buah buahan. Sedangkan hasil perikanan berupa ikan karang. Pulau Marampit memiliki fauna yang unik dan tak ditemukan di daerah lain seperti ketam kenari, pergam atau lebih dikenal sebagai Merpati Hutan dan Kingfisher dengan berbagai warna.

d)              Sarana dan Prasarana.

Pulau Marampit memiliki fasilitas umum yang digunakan untuk mendukung kegiatan masyarakat seperti fasilitas ibadah, pendidikan dan kesehatan. 12

2)              Pulau Marore.

a)              Geografi.

Terletak di laut Sulawesi termasuk wilayah kabupaten Sangihe, provinsi Sulawesi Utara dengan koordinat 04° 44’ 4” LU ; 125° 28’ 42” BT, berbatasan langsung dengan Negara Filiphina. Mempunyai luas ± 3,12 km 2.

b)              Penduduk.

Jumlah penduduk ± 640 jiwa dengan mata pencaharian penduduk sekitar 90 % adalah nelayan.

c)               Potensi.

Perairan pulau Marore sangat potensial dengan biota laut dan ikan bernilai ekonomi tinggi.

d)              Sarana dan Prasarana.

Sarana dan prasarana yang telah dibangun di pulau Marore antara lain; mercusuar, border crossing area, kantor bea cukai serta fasilitas umum meliputi kantor desa, puskesmas, dermaga dan sekolah dari TK sampai SMP.13

3)              Pulau Miangas.

a)              Geografi.

Pulau Miangas terletak pada koordinati 05o 33’ 35” LU ; 126o 35’19” BT dengan batas-batas sebelah utara dengan perairan Philipina Selatan, sebelah timur  dengan samudra Pasifik, sebelah barat  dengan laut Sulawesi dan sebelah selatan dengan laut Sulawesi. Luas daratan + 62 Ha dengan perincian : Luas desa + 12 ha, luas pekarangan + 6,3 ha, luas rawa-rawa + 27 ha dan luas padang rumput + 7,1 ha.

Pantai-pantai yang ada di pulau Miangas mempunyai karakteristik pantai yang landai dan berkarang, sementara pantai di sebelah utara dan timur laut berupa pantai bertebing curam. Secara umum pulau Miangas merupakan daerah dataran dan rawa (hampir diseluruh pulau). Daerah ketinggian terdapat disebelah timur laut, merupakan bukit batu yang sebagian dimanfaatkan penduduk sebagai kebun/ladang dan sebagian lagi masih berupa hutan belukar yang merupakan tanaman liar.14

b)              Penduduk.

Keadaan penduduk menurut data terakhir bulan April 2003 diketahui bahwa jumlah penduduk + 678 jiwa, Jumlah kepala keluarga + 165 KK dengan jumlah laki-laki + 333 jiwa dan jumlah perempuan + 345 jiwa. Lapangan pekerjaan penduduk pulau Marore meliputi petani/nelayan + 80 %, pegawai negeri + 12 %, pengusaha + 5 % dan lain-lain + 3 %.

c)               Potensi.

Memiliki potensi hasi laut yang berupa ikan yang melimpah serta panorama bawah air yang indah. Pengelolaan hasil perikanan cukup memadahi dan dijual dalam kondisi segar.

d)              Sarana dan Prasarana.

(1)            Sarana kesehatan yang ada sampai saat ini berupa 1 Puskesmas Pembantu dengan tenaga medis satu orang mantri. Persediaan obat-obatan sangat terbatas dan hanya bisa mengatasi penyakit yang ringan. Untuk kasus penyakit berat pengobatan harus dibawa ke RSU di kota Tahuna dengan sarana yang terbatas.

(2)      Sarana informasi dan komunikasi tergolong minim hanya terdapat beberapa rumah penduduk yang memiliki parabola sebagai media informasi, sehingga berdampak pada rendahnya tingkat wawasan masyarakat. Untuk sarana komunikasi yang ada saat ini terdapat radio SSB milik Kantor Camat, Posal Miangas, Navigasi, Babinsa, Polsek dan PLN. Sedangkan Jastel Satelit berada di rumah kepala desa dengan jam operasi antara pukul 18.00 s.d. 24.00 WITA.

(3)      Sarana listrik dan penerangan didukung oleh PLTD dengan 2 mesin genset berkekuatan masing-masing 40 KWH mulai dari pukul 18.00 WITA s.d. 02.00 WITA.

(4)      Terdapat sumber mata air yang dialirkan dengan pompa ke tempat penampungan air dan disalurkan ke titik-titik pemanfaatan air. Pulau Miangas juga mempunyai aqua kid alat perubah air laut menjadi air tawar, namun kondisinya sudah rusak.

(5)      Sarana pendidikan berupa satu buah TK, satu buah SDN Miangas, serta satu SLTPN Nanusa. Sedangkan SMK perikanan sedang dalam tahap pembangunan (data tahun 2010).15

f.                Yang berbatasan dengan Negara Timor Leste.

1)              Pulau Batek.

a)              Geografi.

Terletak di selat Ombai, merupakan bagian dari wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur dengan posisi berada pada koordinat 09o 5’ 30” LS ; 123o 59’ 30” BT dan berbatasan dengan Negara Tomor Leste. Pulau Batek memiliki pantai curam dan landai dengan material pasir yang dikelilingi terumbu karang.

b)              Penduduk.

Pulau Batek tidak berpenduduk.

c)               Potensi.

Memiliki potensi hasil laut yang melimpah berupa jenis ikan dan memiliki panorama bawah air yang indah.

d)              Sarana dan Prasarana.

Pualu Batek belum memiliki sarana dan prasarana.16

2)              Pulau Dana.

a)              Geografi.

Pulau Dana terletak di samudera Hindia termasuk wilayah kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur dengan koordinat 11 o 00’ 36” LS ; 122 o 52’ 37” BT. Luas pulau Dana ± 3 km2 dan berbatasan langsung dengan perairan Negara Australia. Pantai pulau Dana berbentuk curam hingga landai dengan material pasir putih.

b)              Penduduk.

Pulau Dana tidak berpenghuni.

c)               Potensi.

Pulau Dana merupakan daerah hutan lindung dan cagar alam khususnya dari jenis rusa. Jenis sumber daya hayati yang terdapat di perairan pula Dana adalah berbagai jenis ikan dengan jumlah yang melimpah. Pulau Dana memiliki potensi pantai dengan pasir putih dan panorama bawah air yang belum terkelola dengan baik.

d)              Sarana dan Prasarana.

Sarana yang ada di pulau Dana sampai saat ini hanya berupa menara suar untuk alat bantu navigasi pelayaran. 17

g.              Yang berbatasan dengan Negara Republik Palau.

1)       Pulau Fani.

a)              Geografi.

Terletak di samudera Pasifik, termasuk wilayah Raja Ampat provinsi Papua, dengan koordinat 01o 04’ 28” LU ; 131o 16’ 49” BT, berbatasan langsung dengan Negara Palau. Mempunyai luas ± 9 km 2.

b)              Penduduk.

Pulau Fani berpenghuni beberapa penduduk yang bekerja sebagai nelayan.

c)               Potensi.

Perairan pulau Fani memiliki potensi sumber daya hayati terutama dari jenis ikan dengan jumlah yang besar, sehingga memberikan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor penangkapan ikan.

d)              Sarana dan Prasarana.

Sampai saat ini pulau Fani belum memiliki sarana dan prasarana yang memadahi.18


9 -17.  Ibid.

18.   Jawatan Hidro-Oseanografi TNI AL, Pulau-Pulau Kecil Terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia, bulan Juni tahun 2006.

2)       Pulau Brass.

a)              Geografi.

Pulau Brass terletak di samudera Pasifik, termasuk wilayah kabupaten Biak Numfor provinsi Papua dengan koordinat 00o 55’ 57” BT ; 134o 20’ 30 “ BT dan berbatasan langsung dengan Negara Palau. Dengan luas ± 3,375 km 2. Pulau Brass  merupakan pulau kecil di kepulauan Mapia dengan material pantai terdiri dari pasir yang di kelilingi oleh karang sehingga sulit didarati dari arah laut.

 

b)              Penduduk.

Pulau ini dihuni dengan jumlah penduduk sekitar 50 jiwa dengan mata pencaharian sebagai nelayan.

c)               Potensi.

Perairan pulau Brass memiliki potensi sumber daya hayati terutama dari jenis ikan dengan jumlah yang besar serta panorama bawah air yang menawan, sehingga memberikan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor perikanan dan wisata bahari.

d)              Sarana dan Prasarana.

Sampai saat ini pulau Brass belum memiliki sarana dan prasarana yang memadahi.19

3)              Pulau Fanildo.

a)              Geografi.

Pulau Fanildo terletak di Samudera Pasifik, termasuk wilayah kabupataen Biak Numfor provinsi Papua, dengan koordinat 00o 56’ 22” LU ; 134o 17’ 44” BT, berbatasan langsung dengan Negara Palau. Pulau ini merupakan pulau kecil di kepulauan Mapia. Material pantai terdiri dari karang dan pasir putih dan terdapat laguna di tengah pulau.

b)              Penduduk.

Pulau ini tidak berpenduduk.

c)               Potensi.

Perairan pulau Fanildo memiliki potensi sumber daya hayati terutama dari jenis ikan dengan jumlah yang besar akan tetapi belum sepenuhnya di kelola dengan baik.

d)              Sarana dan Prasarana.

Sampai saat ini pulau Fani belum memiliki sarana dan prasarana yang memadahi.20

9.            Kondisi Daerah Perbatasan Saat Ini.

Kawasan perbatasan darat Indonesia berada di 3 (tiga) pulau, yaitu pulau Kalimantan berbatasan dengan Negara Malaysia, pulau Papua berbatasan dengan negara Papua New Guinea dan pulau Timor berbatasan dengan Negara Timor Leste serta. tersebar di 4 (empat) provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua, dan NTT. Setiap kawasan perbatasan memiliki kondisi yang berbeda satu sama lain. Kawasan perbatasan di Kalimantan berbatasan dengan Negara Malaysia yang masyarakatnya lebih sejahtera. Kawasan perbatasan di Papua masyarakatnya relatif setara dengan masyarakat PNG, sementara dengan Timor Leste kawasan perbatasan Indonesia masih relatif lebih baik dari segi infrastruktur maupun tingkat kesejahteraan masyarakatnya.


19 – 20.  Ibid.

a.               Dengan Negara Malaysia

1)              Geografis.

Wilayah kabupaten yang berbatasan dengan Negara Malaysia di pulau Kalimantan adalah sebagai berikut;

1.               Kalimantan Barat meliputi; kabupaten Bengkayang, kabupaten Sintang, kabupaten Sanggau, kabupaten Kapuas Hulu dan kabupaten Sambas.

2.               Kalimantan Timur meliputi; kabupaten Malinau, kabupaten Kutai Barat dan kabupaten Nunukan.

                                                           

2)              Penduduk.

Secara umum kondisi penduduk perbatasan masih belum sejahtera dengan tingkat pendidikan yang masih rendah. Penduduk yang berada di perbatasan pulau kalimantan tersebar sepanjang daerah perbatasan meliputi;

a)       Wilayah Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan wilayah Sarawak sepanjang ± 847,3 km yang melintasi 98 desa dalam 14 kecamatan di 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Sanggau, Kapuas Hulu, Sambas, Sintang, dan Kabupaten Bengkayang.

b)       Wilayah Kalimantan Timur berbatasan langsung dengan wilayah Sabah sepanjang  ± 1.035 km yang melintasi 256 desa dalam 9 kecamatan dan 3 kabupaten yaitu di Nunukan, Kutai Barat dan Kabupaten Malinau. 

3)              Potensi.

          Potensi sumber daya alam kawasan perbatasan di Kalimantan cukup besar dan bernilai ekonomi sangat tinggi, terdiri dari hutan produksi (konversi), hutan lindung dan danau alam yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata alam (ekowisata) serta sumber daya laut yang ada di sepanjang perbatasan laut Kalimantan Timur maupun Kalimantan Barat. Beberapa sumber  daya alam tersebut saat ini berstatus taman nasional dan hutan lindung yang perlu dijaga kelestariannya seperti Cagar Alam Gunung Nyiut, Taman Nasional Bentuang Kerimun, Suaka Margasatwa Danau Sentarum di Kalimantan Barat serta Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan Timur.

4)              Sarana dan Prasarana.

Dari kelima kabupaten di Kalimantan Barat dan tiga kabupaten di Kalimantan Timur, hanya terdapat 3 (tiga) pintu perbatasan (border gate) resmi, yaitu di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Bengkayang  di Kalimantan Barat, serta Kabupaten Nunukan di Kalimantan Timur. Kabupaten Sanggau dan Nunukan memiliki fasilitas Custom, Imigration, Quarantine, and Security (CIQS) dengan kondisi yang relatif baik, sedangkan  fasilitas CIQS di tempat lainnya masih sederhana serta belum didukung oleh aksesibilitas yang baik karena kondisi jalan yang buruk. 21

b.              Dengan Negara Papua New Guinea (PNG)

1)              Geografis.

Sebelum mengalami pemekaran kabupaten, kawasan perbatasan di Papua terletak di 4 (empat) kabupaten yaitu Kota Jayapura, kabupaten Jayapura, kabupaten Jayawijaya, dan kabupaten Merauke. Setelah adanya pemekaran wilayah kabupaten, maka kawasan perbatasan di Papua terletak di 5 (lima) wilayah kabupaten/kota yaitu kota Jayapura, kabupaten Keerom, kabupaten Pegunungan Bintang, kabupaten Boven Digoel dan kabupaten Merauke, serta 23 (dua puluh tiga) wilayah kecamatan (distrik). Dari kelima kabupaten tersebut, kabupaten Keerom, kabupaten Pegunungan Bintang dan kabupaten Boven Digoel merupakan kabupaten baru hasil pemekaran. 

Garis perbatasan darat antara Indonesia dan PNG di Papua memanjang sekitar 760 kilometer dari Skouw - Jayapura  di sebelah utara sampai muara sungai Bensbach - Merauke di sebelah s±elatan. Garis batas ini ditetapkan melalui perjanjian antara Pemerintah Belanda dan Inggris pada pada tanggal 16 Mei 1895.  


21. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Kawasan Perbatasan Antar Negara di Indonesia, Bab II Kondisi umum Kawasan perbatasan antar negara, hal. 7.

2)              Penduduk.

Jumlah penduduk pada tahun 2001 adalah ± 92.023 jiwa. Kondisi  masyarakat di sepanjang kawasan perbatasan Papua sebagian besar masih miskin, tingkat kesejahteraan rendah, tertinggal serta kurang mendapat perhatian dari aparat pemerintah daerah maupun pusat.  Kondisi masyarakat Papua di sepanjang perbatasan yang miskin, tertinggal dan terisolir ini tidak jauh berbeda dan relatif setara dengan masyarakat di PNG. Melalui bantuan sosial yang banyak dilakukan oleh para misionaris yang beroperasi dalam rangka pelayanan kerohanian menggunakan pesawat milik gereja, banyak masyarakat yang tertolong dan dibantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya.22

3)              Potensi.

Kawasan perbatasan Papua memiliki sumber daya alam yang sangat besar berupa hutan, baik hutan konversi maupun hutan lindung dan taman nasional yang ada di sepanjang perbatasan. Kondisi hutan yang terbentang di sepanjang perbatasan tersebut hampir seluruhnya masih belum tersentuh atau dieksploitasi kecuali di beberapa lokasi yang telah dikembangkan sebagai hutan konversi. Selain sumber daya hutan, kawasan ini juga memiliki potensi sumber daya air yang cukup besar dari sungai-sungai yang mengalir di sepanjang perbatasan.  Demikian pula kandungan mineral dan logam yang berada di dalam tanah yang belum dikembangkan seperti tembaga, emas, dan jenis logam lainnya yang bernilai ekonomi cukup tinggi.23


22.   Ibid , hal. 10.

23.   Ibid, hal. 9.

4)              Sarana dan Prasarana.

Jalan penghubung untuk transportasi antar daerah di perbatasan masih terbatas, sehingga berakibat sulitnya dalam pendistribusian/pengiriman sumber daya alam ke sentra-sentra industri maupun pelabuhan. Selain itu dengan terbatasnya jalan penghubung juga berakibat kepada masyarakat yang akan mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya ke kota-kota di provinsi Papua.24

c.               Dengan Negara Timor Leste.

a)              Geografis.

Kawasan perbatasan antar negara dengan Negara Timor Leste di NTT merupakan kawasan perbatasan antar negara yang terbaru, mengingat Timor Leste merupakan negara yang baru terbentuk dan sebelumnya adalah salah satu provinsi di Indonesia. Perbatasan antar negara di NTT terletak di 3 (tiga) kabupaten yaitu Belu, Kupang, dan Timor Leste Utara (TTU).  Perbatasan antar negara di Belu terletak memanjang dari utara ke selatan bagian pulau Timor. Sedangkan kabupaten Kupang dan TTU berbatasan dengan salah satu wilayah Timor Leste, yaitu Oekussi, yang terpisah dan berada di tengah wilayah Indonesia (enclave).  Garis batas antar negara di NTT ini terletak di 9 (sembilan) kecamatan, yaitu 1 (satu) kecamatan di Kabupaten Kupang, 3 (tiga) kecamatan di Kabupaten TTU dan 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Belu.25

b)              Penduduk.

Penduduk yang berbatasan dengan Negara Timor Leste pada umumnya memiliki mata pencaharian pada sektor pertanian, peternakan dan sebagian kecilnya terdiri dari pegawai negeri sipil, TNI, Pedagang dan Nelayan.


24.    Habel Melkias Suwae, Potensi dan Kendala Pembangunan Daerah Perbatasan antara Kabupaten Jayapura dengan Papua New Guinea, yang diunduh dari ttp://www.lipi.go.id/www.cgi? berita&1043373904&5&2003&, bulan Oktober 2010.

25.    Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Kawasan Perbatasan Antarnegara di Indonesia, Op cit, hal.10.

c)               Potensi.

1)              Potensi sumber daya alam meliputi; potensi peternakan, potensi pertambangan, potensi kehutanan dan potensi pertanian pangan.

2)              Potensi dari sektor sosial budaya dan pariwisata meliputi potensi wisata bahari, wisata budaya dan wisata alam.

d)              Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang tersedia meliputi; sekolah dan pusat kesehatan masyarakat  walau dalam kondisi yang belum baik. Fasilitas-fasilitas sosial yang telah tersedia, yang dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah untuk kebutuhan para pengungsi. Sarana dan prasarana perhubungan darat maupun laut ke pintu perbatasan Timor Leste cukup baik, sehingga akses kedua pihak untuk saling berkunjung relatif mudah dan cepat. Kondisi jalan dari Atambua, ibukota Belu, menuju pintu perbatasan cukup baik kualitasnya, sehingga perjalanan dapat ditempuh dalam waktu satu setengah jam.26

e)

10.      Persoalan-Persoalan Yang Ditemukan.

Untuk mengoptimalkan potensi pulau-pulau terdepan dan derah perbatasan dapat diidentifikasi pokok permasalahan yaitu belum terpenuhinya sarana, prasarana  dan kualitas sumber daya Manusia yang dapat mendukung optimalisasi potensi guna meningkatkan pendapatan masyarakat pulau terdepan dan di daerah perbatasan. Pokok permasalahan tersebut dapat jabarkan dalam beberapa pokok persoalan, meliputi :

a.               Sumber daya manusia.

Sumber daya manusia di pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan secara umum masih rendah, hal ini disebabkan karena fasilitas pendidikan dan tingkat kesejahteran masyarakat di daerah tersebut masih rendah. Sehingga dengan kondisi ini potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan belum diberdayakan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan.


26.    Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Kawasan Perbatasan Antarnegara di Indonesia, Bab IIKondisi umum Kawasan perbatasan antar negara, hal. 11.

b.              Sarana jalan umum, jalan arteri dan pelabuhan.

Untuk dapat mencapai pulau terdepan dan daerah perbatasan harus tersedia fasilitas jalan yang dapat menghubungkan dari pusat keramaian ke daerah perbatasan. Sedangkan untuk pulau terdepan di samping harus tersedia sarana alat angkut berupa kapal,  juga harus disediakan sarana pelabuhan dan sarana pendukungnya yang dapat digunakan kapal untuk berlabuh maupun untuk bongkar muat.

Sampai saat ini belum semua pulau terdepan maupun daerah perbatasan memiliki sarana pelabuhan dan sarana jalan  dalam kondisi yang memadahi.

c.               Sarana transportasi.

Pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan secara umum relatip susah untuk didekati dan dikelola. Hal ini disebabkan sarana transportasi ke pulau terdepan dan daerah perbatasan masih sangat kurang.

d.              Sumber tenaga listrik.

Dalam kegiatan pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan dibutuhkan sumber tenaga yang dapat diubah menjadi tenaga bentuk lain dengan mudah, yaitu tenaga listrik. Untuk itu tenaga listrik harus tersedia baik dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di pulau terdepan, maupun dengan membuat tambahan jaringan untuk mendistribusi tenaga listrik di daerah perbatasan.

e.               Jaringan telekomunikasi.

Jaringan telekomunikasi sangat vital dan harus tersedia, karena dengan jaringan telekomunikasi semua informasi berita dapat disampaikan. Sampai saat ini belum semua pulau terdepan dan daerah perbatasan memiliki jaringan komunikasi. Sehingga tidak banyak informasi yang dapat diketahui oleh masyarakat pulau terdepan dan masyarakat daerah perbatasan.

f.                Fasilitas wisata bahari.    

Untuk dapat memberdayakan potensi wisata bahari harus tersedia fasilitas yang dapat menampung para wisatawan guna menikmati keindahan ponorama tersebut. Sampai saat ini belum semua pulau terdepan yang memiliki panorama indah dan alami yang memiliki fasilitas seperti cottage, sarana diving, surving, kapal pesiar dan perlengkapannya.





BAB IV

FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

11.           Eksternal.

a.               Perkembangan pariwisata Internasional.

Perkembangan pariwisata internasional terakhir ini cukup menggairahkan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya devisa negara dari sumber pariwisata yang berasal dari manca negara (Wisman). Realisasi kunjungan wisatawan ke Indonesia hingga akhir Mei 2009 mengalami peningkatan sebesar 1,69% atau sekitar 40.790 orang menjadi 2.413 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.372 juta wisman.27 Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ini meningkatkan semangat dan minat para pengusaha bidang pariwisata untuk menggali potensi wisata di pulau terdepan, yang terkenal memiliki potensi obyek wisata yang masih bagus dan alami.

b.       Kebutuhan masyarakat dunia akan protein dari hasil laut.

          Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan (Archipelagic State) yang memiliki ± 17.504 pulau besar maupun kecil yang memiliki hasil sumber daya alam hayati maupun non hayati yang belum terkelola dengan optimal. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dunia akan protein dari hasil laut, maka masyarakat nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan, dengan menggunakan teknologi dan pengetahuan yang modern.

Di samping penggunaan teknologi, pengetahuan dan cara penangkapan secara modern, pengelolaan dan pengemasan hasil tangkapan yang baik dan memenuhi standar intenasional juga dibutuhkan, sehingga hasil tangkapan perikanan dan hasil olahan dapat memenuhi standar yang telah ditentukan.

         


27.   Suara Indonesia, Tren Pariwisata, yang diunduh dari http://www.ahmadheryawan.com/lintas-jabar/budaya-pariwisata/5813-tren-positif-pariwisata-harus-dilanjutkan.html), bulan September 2010.

Indonesia sangat kaya akan hasil laut, kususnya ikan. Sayangnya pola konsumsi masarakat akan ikan masih sangat rendah. Masarakat kita hanya mengkonsumsi ± 19.14 kg per tahun. Kandungan yang dimiliki oleh ikan meliputi; protein hewani, vitamin dan mineral esensial, terutama dari golongan ikan laut dalam, kaya akan asam lemak omega 3. Asam lemak ini baik untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak anak.28

c.       Kebutuhan masyarakat dunia akan kayu.

Indonesia memiliki kawasan hutan produksi yang sangat luas yang sebagian diantaranya masih belum dikelola secara produktif. Permintaan produk kayu dunia terus mengalami peningkatan. Tiga pasar utama produk hutan primer adalah Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah dan Asia. Indonesia mempunyai potensi dan keunggulan komparatif dalam produk hasil hutan, khususnya kayu. Beberapa unsur keunggulan tersebut mencakup luas kawasan yang sangat besar, lingkungan tempat tumbuh yang mendukung, tenaga kerja yang sangat melimpah, serta budaya masyarakat yang masih dekat dengan bertanam pohon.29

Pada tahun 2001, terdapat data statistik yang akurat, produksi kayu menyumbang 1,1 % Gross Domestic Product Indonesia dan sekitar US$ 5,1 miliar dari hasil ekspor. Potensi rotan lestari mencapai ± 622 ribu ton per tahun, sementara produksi riil baru mencapai ± 109 ribu ton dan hanya ± 40 ribu ton yang dapat ditampung industri pengolahan dalam negeri. Angka-angka tersebut menggambarkan betapa besar potensi rotan yang perlu diolah untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.30


29.   Perang produk kayu antara Eropa dan USA dengan negara berkembang diunduh dari http://dhammacitta.org/forum/

30.   Felicity Williams, Profil industry kayu Indonesia, April 2004 diunduh dari http://www.wwf.or.id/ berita_fakta/Top of Form

d.               Kebutuhan masyarakat dunia akan CPO (Crudde Palm Oil) dan Gliserol.

Pada tahun 2010 diperkirakan minyak sawit (Crude Palm Oil) Indonesia menjadi nomor satu dalam jumlah produksi dunia. Sedangkan sampai tahun 2020 akan mencapai 20-25% produksi dunia. Di Indonesia, produksi Crude Palm Oil (CPO) dari tahun 1996 sampai dengan tahun 2000 mengalami kenaikan, dengan rata-rata kenaikan per tahun adalah 13,5%. Pada tahun 2004 produksi Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia sudah hampir mendekati produksi minyak sawit Malaysia, yaitu 11,6 juta ton, dimana Malaysia memproduksi 13 juta ton. Kecenderungan ini akan terus meningkat sampai tahun 2010, dimana Indonesia akan dapat unggul dalam produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia tahun 1999-2010.

Sebagai produk olahan dari CPO kelapa sawit diantaranya adalah gliserol. Gliserol merupakan zat kimia yang murni, sebagai salah satu bahan yang penting dalam industri. Dalam kegunaanya gliserol adalah bahan yang dibutuhkan Sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan, bahan makanan, kosmetik, pasta gigi, industri kimia, larutan anti beku dan tinta printer Di samping itu, dilihat dari kebutuhan Gliserol yang semakin meningkat di Indonesia, maka Pabrik Gliserol ini layak didirikan atas dasar pertimbangan:

a.               Sebagai pemasok bahan baku untuk industri-industri farmasi dan kosmetik dalam negeri.

b.               Mengurangi jumlah impor gliserol sehingga dapat menghemat devisa negara.

c.               Memacu tumbuhnya industri lain yang memerlukan gliserol sebagai bahan baku.

d.               Membuka lapangan kerja baru.30


30.   Mahani,Farida Nur Cahyani, S.T., M.Sc., Denny Vitasari, S.T., M.Eng.Sc Prarancangan pabrik gliserol dari crude palm oil (cpo) dan air dengan proses continuous fat splitting kapasitas 44.000 ton/tahun,.Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta 2008.


12.           Internal.

a.               Sumber daya manusia (SDM) pelaku kegaiatan.

SDM pelaku kegiatan dalam pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemberdayaan potensi tersebut. Semakin tinggi SDM, maka peluang terjadinya kegagalan makin kecil, sehingga pendapatan dan kesejahteraan masyarakat NKRI dapat ditingkatkan.

b.              Kebutuhan masyarakat Indonesia akan daging.

Konsumsi daging di Indonesia terutama daging sapi pada tahun 2004 mencapai ± 447.908 ton. Namun pada tahun selanjutnya menurun cukup signifikan menjadi ± 302.203 ton. Penurunan konsumsi masih terus berlanjut hingga tahun 2006, akibat melambungnya harga BBM yang terjadi pada akhir tahun 2005, mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat pada waktu itu. Pada tahun 2007 konsumsi daging sapi meningkat mencapai ± 453.844 ton dan selanjutnya tahun 2008 menurun mencapai angka ± 495.035 ton. Namun demikian konsumsi daging sapi diperkirakan akan meningkat tiap tahunnya dan akan terus meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia.31

c.               Dukungan dari pemerintah dan dunia perbankan.

Dalam optimalisasi pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan, dukungan pemerintah dan keberpihakan dari dunia perbankan adalah mutlak. Hal ini dikarenakan dalam pemberdayaan potensi tersebut, dibutuhkan alokasi dana yang cukup besar untuk penyediaan sarana dan prasarana meliputi; jalan penghubung, sarana tenaga listrik, sarana pelabuhan dan perlengkapan, penyediaan alat transportasi berupa kapal ikan dan kapal pesiar, sarana penginapan dan perlengkapan wisata bahari.

 


31.   Imam Subagyo,Potret Komoditas Daging Sapi, Economic Review ,No. 217, September 2009 hal. 7

13.     Peluang dan Kendala.

a.               Peluang.

1)              Pengelolaan potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan akan mendorong masyarakat untuk menghuni pulau-pulau yang sebelumnya belum berpenghuni, sehingga dari faktor informasi data pertahanan dan keamanan, masyarakat nelayan dapat dimanfaatkan sebagai pemberi sumber data informasi tersebut.

2)              Dengan dikelolanya potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan akan meningkatkan lapangan kerja, sehingga akan mengurangi angka pengangguran.

3)              Meningkatkan pendapatan masyarakat di pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan, sehingga kebutuhan masyarakat di daerah tersebut terutama dalam kebutuhan primer, sekunder, tersier dan kebutuhan akan pendidikan dapat terpenuhi.

4)               Letak geogafi NKRI yang berada pada persilangan dari dua benua yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudera  yaitu Pasifik dan Hindia berpeluang untuk meningkatkan produk ekpor dalam produk-produk dari sektor kelautan dan pariwisata bahaari.

5)              Dengan pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan memberikan peluang bagi dunia usaha untuk menyuplai kebutuhan akan protein dari hasil laut dan kebutuhan akan kayu untuk wilayah Asia dan Eropa. 

 

b.              Kendala.

1)              Keterbatasan anggaran sebagai dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan, dapat berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah dalam memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengoptimalisasi pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI dan meningkatkan pendapatan negara.

2)              Belum adanya kesamaan cara pandang tentang kondisi geografis NKRI sebagai negara maritim, sehingga belum sepenuhnya masyarakat menyadari potensi pulau-pulau terdepan yang memiliki sumber daya hayati dan non hayati serta potensi wisata bahari yang cukup besar, indah dan alami.

3)              Dengan masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia di pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan, maka berakibat pada belum optimalnya proses pemberdayaan potensi yang tersedia.

4)              Terbatasnya armada TNI AL dan armada dari Instansi lain yang memiliki kewenangan dalam pengamanan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan, sehingga berpengaruh pada tindak pencurian potensi yang ada seperti pencurian ikan dan penambangan pasir liar.

5)              Belum selesainya penentuan batas-batas NKRI dengan negara tetangga baik di laut maupun di darat secara menyeluruh, sehingga  berpotensi menimbulkan permasalahan dan konflik.

6)              Jumlah penduduk yang besar dan belum merata persebarannya merupakan kendala dalam optimalisasi potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan.






BAB V

KONDISI YANG DIHARAPKAN

14.           Pulau-Pulau Terdepan.

a.               Pulau Yang Berbatasan Dengan Negara India.

1)              Pulau Rondo.

Perairan pulau Rondo memiliki potensi hasil laut terutama dari perikanaan dalam jumlah yang besar. Dari potensi yang ada dapat dioptimalkan pemberdayaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan hasil tangkapan, melalui penggunaan teknik dan cara pengolahan ikan yang sesuai dengan standar ekspor.

Untuk meningkatkan optimalisasi potensi yang ada, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi antara lain;

a)               Kapal untuk penangkap ikan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

b)              Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat melakukan pengemasan secara  bersih, sehat dan memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor.

c)               Pelabuhan untuk kapal ikan, yang dilengkapi dengan sarana perbaikan kapal ikan dan diawaki oleh sumber daya manusia yang dapat merawat/memperbaiki kapal dengan dukungan suku cadang yang memadahi.

d)              Tersedianya sumber tenaga listrik yang dapat mendukung pelaksanaan proses produksi, komunikasi dan penerangan.

e)              Jaringan telekomunikasi.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

b.              Pulau Yang Berbatasan Dengan Negara Vietnam.

1)              Pulau Sekatung

Pulau Sekatung memiliki sumber mata air tawar yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat di pulau tersebut. Pulau ini juga memiliki kekayaan sumber daya laut dari berbagai jenis ikan yang melimpah serta panorama bawah laut dengan beragam terumbu karang yang indah dan alami. Dari potensi yang ada, dapat dioptimalkan pemberdayaannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara meningkatkan  hasil tangkapan, menggunakan teknik dan cara pengolahan ikan yang sesuai dengan standar produk ekspor. Dari sisi lain pendapatan masyarakat dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan pemberdayaan dari sektor pariwisata bahari.

Untuk meningkatkan optimalisasi pemberdayaan hasil laut, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tersedianya sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

c)               Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dilengkapi dengan peralatan pengemasan yang bersih dan sehat serta memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor dengan kualitas terbaik.

d)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan, yang dilengkapi dengan fasilitas perbaikan kapal ikan yang diawaki oleh sumber daya manusia yang dapat memperbaiki kapal dengan dukungan suku cadang yang memadahi.

e)              Jaringan telekomunikasi.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

Untuk meningkatkan sektor pariwisata unsur pendukung yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tempat peristirahatan berupa cottage.

b)              Fasilitas peralatan penyelaman (scuba apparatus) dan speed boat.

c)               Tenaga pemandu wisata penyelaman bawah air (guider).

d)              Sarana transportasi dari pelabuhan-pelabuhan terdekat.

c.               Pulau Yang Berbatasan Dengan Negara Singapura.

1)              Pulau Nipa.

Pulau Nipa merupakan pulau dengan potensi pantai pasir putih yang cukup indah. Potensi tersebut dapat diberdayakan sebagai obyek pariwisata bahari dengan tujuan untuk meningkatkan para wisatawan manca Negara. Untuk mewujudkan peningkatan potensi pariwisata bahari di pulau Nipa unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi:

a)              Tersedianya sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Tempat peristirahatan berupa cottage.

c)               Peralatan selancar (surfing).

d)              Sarana transportasi dari pelabuhan-pelabuhan terdekat.

e)              Sarana pelabuhan.

f)                Sarana pembuat air tawar (fresh water generator).

g)              Jaringan telekomunikasi.

h)              Tenaga pemandu wisata (guider).

d.              Pulau Yang Berbatasan Dengan Negara Malaysia.

1)              Pulau berhala.

Potensi pulau berhala hampir  sama dengan potensi pulau Nipa yaitu memiliki pantai dengan pasir putih, yang dapat diberdayakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan manca Negara. Untuk meningkatkan daya tarik pariwisata di pulau Berhala unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tersedianya sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Tempat peristirahatan berupa cottage.

c)               Peralatan selancar (surfing).

d)              Sarana transportasi dari pelabuhan-pelabuhan terdekat.

e)              Sarana pelabuhan.

f)                Jaringan telekomunikasi.

g)              Sarana yang dapat memproduksi air tawar untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan.

Di samping potensi obyek wisata, jenis fauna di pulau Berhala yang dapat dibudidayakan dan ditingkatkan untuk menambah penghasilan masyarakat adalah jenis penyu.

e.               Pulau Yang Berbatasan Dengan Negara Filipina.

1)              Pulau Marampit.

Perairan pulau marampit memiliki potensi berupa ikan yang cukup besar. Untuk mengelola sumber daya hayati yang berasal dari laut guna meningkatkan pendapatan masyarakat, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tersedianya tambahan sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Jaringan telekomunikasi.

c)               Kapal untuk penangkap ikan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

d)              Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan peralatan dan cara pengemasan yang bersih dan sehat serta memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor.

e)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan, yang dilengkapi dengan tempat untuk sarana perbaikan kapal ikan serta sumber daya manusia yang dapat memperbaikai kapal dengan dukungan suku cadang yang memadahi.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

2)              Pulau Marore.

Pulau Marore memiliki potensi hasil laut yang besar dari jenis perikanan. Dari potensi yang ada dapat dioptimalkan pemberdayaannya guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk mewujudkan optimalisasi tersebut  unsur pendukung,  sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tersedianya sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Jaringan telekomunikasi.

c)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

d)              Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan peralatan dan cara pengemasan yang bersih dan sehat serta memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor dengan kualitas terbaik.

e)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

3)              Pulau Miangas.

Dari ketiga pulau yang berbatasan dengan Negara Filipina, pulau Miangas adalah yang paling luas. Potensi yang dapat dioptimalkan pemberdayaaanya meliputi; hasil kelautan yang berupa jenis perikanan dan obyek wisata bahari.

Untuk meningkatkan optimalisasi pemberdayaan potensi hasil laut yang berupa jenis perikanan, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang harus tersedia diantaranya meliputi;

a)              Tersedianya tambahan sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Jaringan telekomunikasi.

c)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

d)              Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan peralatan dan cara pengemasan yang bersih dan sehat serta memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor.

e)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan yang dilengkapi dengan sarana perbaikan kapal ikan dan dawaki oleh sumber daya manusia yang dapat memperbaikai kapal dengan dukungan suku cadang yang memadahi.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

Untuk meningkatkan pemberdayaan potensi pariwisata, unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tempat peristirahatan berupa cottage.

b)              Fasilitas peralatan penyelaman (scuba apparatus) dan speed boat.

c)               Tenaga pemandu wisata penyelaman bawah air (guider).

d)              Sarana transportasi dari pelabuhan-pelabuhan terdekat.

f.                Pulau Yang Berbatasan Dengan Negara Timor Leste.

1)              Pulau Batek.

Memiliki potensi hasil laut yang melimpah berupa jenis ikan dan meiliki panorama bawah air yang indah. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan potensi hasil laut dari jenis perikanan, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Jaringan telekomunikasi.

c)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

d)              Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan peralatan dan cara pengemasan yang bersih dan sehat serta memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor.

e)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

Untuk meningkatkan pemberdayaan potensi pariwisata, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tempat peristirahatan berupa cottage.

b)              Fasilitas peralatan penyelaman (scuba apparatus) dan speed boat.

c)               Tenaga pemandu wisata penyelaman bawah air (guider).

d)              Sarana transportasi dari pelabuhan-pelabuhan terdekat.

2)              Pulau Dana

Pulau Dana memiliki potensi sumber daya hayati di laut meliputi berbagai jenis ikan dengan jumlah yang melimpah serta pulau dengan potensi pantai pasir putih dan panorama bawah air yang belum terkelola dengan baik. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan potensi hasil laut dari jenis perikanan, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Jaringan telekomunikasi.

c)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

d)              Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan peralatan dan cara pengemasan yang bersih dan sehat serta memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor.

e)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

Untuk meningkatkan pemberdayaan potensi pariwisata, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tempat peristirahatan berupa cottage.

b)              Fasilitas peralatan penyelaman (scuba apparatus) dan speed boat.

c)               Tenaga pemandu wisata penyelaman bawah air (guider).

d)              Sarana transportasi dari pelabuhan-pelabuhan terdekat.

e)              Tempat perkembangbiakan fauna dari jenis Rusa yang menjadi satwa yang dilindungi.

g.              Pulau Yang Berbatasan Dengan Negara Palau.

1)              Pulau Fani.

Perairan pulau Fani memiliki potensi sumber daya hayati terutama dari jenis ikan dengan jumlah yang melimpah, sehingga memberikan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor perikanan. Untuk memujudkan optimalisasi, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

c)               Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan peralatan dan cara pengemasan yang bersih dan sehat serta memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor.

d)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan.

e)              Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

2)              Pulau Brass.

Perairan pulau Brass memiliki potensi sumber daya hayati terutama dari jenis ikan dengan jumlah yang besar serta panorama bawah air yang menawan, sehingga memberikan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor perikanan dan wisata bahari bawah air. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan potensi pulau Brass dari sektor perikanan, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang diharapakan tersedia meliputi;

a)              Sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)              Jaringan telekomunikasi.

c)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

d)              Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan dukungan peralatan untuk pengemasan yang dilakukan secara bersih, sehat dan memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor.

e)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan.

f)                Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

Pada sektor pariwisata bahari  sarana dan prasarana yang diharapkan terpenuhi meliputi;

a)              Tempat peristirahatan berupa cottage.

b)              Fasilitas peralatan penyelaman (scuba apparatus) dan speed boat.

c)               Tenaga pemandu wisata penyelaman bawah air (guider).

d)              Sarana transportasi dari pelabuhan-pelabuhan terdekat.

3)              Pulau Fanildo

Pulau Dana memiliki potensi sumber daya hayati di laut meliputi berbagai jenis ikan dengan jumlah yang melimpah serta pulau dengan potensi pantai pasir putih dan panorama bawah air yang belum terkelola dengan baik. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan potensi hasil laut dari jenis perikanan, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang harus disediakan meliputi;

a)              Sumber tenaga listrik yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses produksi, komunikasi maupun untuk penerangan.

b)               Kapal untuk penangkapan yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat menunjukkan lokasi tempat berkumpulnya ikan dan alat tangkap yang sesuai dengan aturan.

c)               Kapal untuk pengolahan ikan hasil tangkapan dengan dukungan peralatan yang dapat melakukan pengemasan secara bersih, sehat dan memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga hasil olahan dapat dijual sebagai produk ekspor..

d)              Peningkatan kemampuan pelabuhan untuk kapal ikan.

e)              Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penangkapan dan pengolahan hasil tangkapan dengan baik.

15.           Daerah Perbatasan.

a.               Dengan Negara Malaysia.

Daerah perbatasan darat di pulau Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar dan bernilai ekonomi sangat tinggi. Terdiri dari hutan produksi (konversi), hutan lindung, dan danau alam yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata alam (ekowisata). Beberapa sumber daya alam tersebut saat ini berstatus taman nasional dan hutan lindung yang perlu dijaga kelestariannya seperti Cagar Alam Gunung Nyiut, Taman Nasional Bentuang Kerimun, Suaka Margasatwa Danau Sentarum di Kalimantan Barat serta Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan Timur. Dari potensi yang ada saat ini diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui;

1)              Pengolahan sumber daya alam yang menghasilkan produk kayu olahan dengan kualitas ekspor yang memiliki nilai jual yang tinggi.

2)              Pengelolaan lahan daerah perbatasan dimanfaatkan untuk pengembangan pohon sawit yang dapat menghasilkan crude palm oil (CPO) dan produk olahannya yang berupa gliserol yang sangat dibutuhkan oleh dunia industri sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan, bahan makanan, kosmetik, pasta gigi, industri kimia, larutan anti beku, dan tinta printer.

3)              Peningkatan kunjungan pada obyek wisata alam taman Nasional, sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah.

4)              Pengembangan perkebunan yang memiliki nilai jual tinggi seperti perkebunan karet, perkebunan coklat dan lain-lain.

Untuk mewujudkan harapan pada daerah perbatasan di Kalimantan, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang harus terpenuhi meliputi;

1)              Jalan yang menghubungkan antara daerah penghasil sumber daya alam di perbatasan ke tempat pengolahan hasil sumber daya alam dan ke tempat pelabuhan guna mendistribusi produk olahan tersebut baik untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri.

2)              Sarana transportasi yang memadahi dari daerah penghasil sumber daya alam, kawasan industri dan pelabuhan tempat pengiriman.

3)               Industri pengolah sumber daya alam yang berupa kayu, crude palm oil (CPO), gliserol, karet maupun hasil perkebunan yang lain.

4)              Jaringan telekomunikasi.

5)              Jaringan sumber tenaga listrik.

6)              Sumber daya manusia yang dapat mengelola sumber daya alam sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai jual tinggi.

b.              Dengan Negara Papua New Guinea.

Kawasan perbatasan Papua memiliki sumber daya alam yang sangat besar berupa hutan, baik hutan konversi maupun hutan lindung dan taman nasional yang ada di sepanjang perbatasan. Kondisi hutan yang terbentang di sepanjang perbatasan tersebut hampir seluruhnya masih belum dieksploitasi kecuali di beberapa lokasi yang telah dikembangkan sebagai hutan konversi. Demikian pula kandungan mineral dan logam yang berada di dalam tanah yang belum dikembangkan seperti tembaga, emas, dan jenis logam lainnya yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Dari potensi yang ada saat ini diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui;

1)              Pengolahan sumber daya alam agar menghasilkan produk kayu olahan dengan kualitas ekspor yang memiliki nilai jual yang tinggi.

2)              Pengolahan sumber daya mineral dan tambang yang meliputi; emas, tembaga dan berbagai macam hasil tambang yang lain.

3)              Pemanfataan kawasan hutan lindung dan taman nasional untuk tujuan wisata yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah.

4)              Pemanfaatan lahan di daerah perbatasan untuk pengembangan tanaman perkebunan (setelah terlebih dahulu diadakan penelitian jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan).

Untuk mewujudkan kondisi yang diharapan pada daerah perbatasan di Papua, maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang harus tersedia meliputi;

1)              Jalan yang menghubungkan antara daerah penghasil sumber daya alam di perbatasan ke tempat pengolahan hasil sumber daya alam dan ke tempat pelabuhan guna mendistribusi produk olahan tersebut baik untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri.

2)              Sarana transportasi yang memadahi dari daerah penghasil sumber daya alam, kawasan industri dan pelabuhan tempat pengiriman.

3)              Industri pengolah sumber daya alam yang berupa kayu maupun hasil perkebunan yang lain.

4)              Jaringan telekomunikasi .

5)              Jaringan sumber tenaga listrik.

6)              Sumber daya manusia yang dapat mengelola sumber daya alam sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai jual tinggi.

c.               Dengan Negara Timor Leste.

Daerah perbatasan di NTT memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut meliputi; potensi peternakan, pertambangan, pertanian pangan, potensi wisata bahari, wisata budaya dan wisata alam. Dari potensi yang ada saat ini diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui;

1)              Pembudidayaan binatang ternak terutama dari jenis sapi potong dengan sistem penggemukan pada jenis sapi kualitas super.

2)              Pengolahan sumber daya alam yang menghasilkan produk hasil tambang yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

3)              Pengelolaan lahan pertanian agar dapat menghasilkan produk pertanian dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

4)              Pengelolaan daerah yang memiliki panorama yang indah dan alami untuk dijadikan obyek pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah.

Untuk mewujudkan kondisi yang diharapan pada daerah perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT), maka unsur pendukung, sarana dan prasarana yang harus tersedia meliputi;

1)              Jalan yang menghubungkan antara daerah penghasil sumber daya alam di perbatasan ke tempat pengolahan hasil sumber daya alam dan ke tempat pelabuhan guna mendistribusi produk olahan tersebut baik untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri.

2)              Sarana transportasi yang memadahi dari daerah penghasil sumber daya alam, kawasan industri dan pelabuhan tempat pengiriman.

3)              Jaringan telekomunikasi.

4)              Jaringan sumber tenaga listrik.

5)              Sumber daya manusia yang dapat mengelola sumber daya alam sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai jual tinggi.






BAB VI

PEMECAHAN MASALAH

16.           Kebijakan.

Kebijakan yang diterapkan pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI melalui optimalisasi pemberdayaan potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan.

17.           Strategi.

Berdasarkan arah kebijakan yang telah ditentukan, maka strategi yang tepat adalah mengajak pihak-pihak yang terkait untuk duduk bersama dan merumuskan hal-hal yang penting, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat  khusunya yang berada di pulau terdepan dan daerah perbatasan, melalui optimalisasi pemberdayaan pulau terdepan dan daerah perbatasan. Hal-hal yang perlu dirumuskan antara lain :

a.               Sumber daya manusia.    Tersedianya SDM yang cukup dengan kualitas yang unggul, sehingga dengan potensi yang ada dapat dioptimalkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di pulau teerdepan dan daerah perbatasan.

b.              Sarana jalan umum, jalan arteri dan pelabuhan .

1)              Tersedianya jalan umum, jalan arteri dari daerah perbatasan yang kaya akan potensi sumber daya alam ke sentra-sentra industri maupun ke area pelabuhan guna mengirim/mendistribusi produk-produk olahan. Dengan tersedianya sarana jalan yang baik dan memadahi, maka aliran produk dari produsen ke konsumen akan cepat sehingga memperkecil biaya transportasi. Sehingga produk akan dapat dipasarkan dengan harga terjangkau.

2)              Tersedianya pelabuhan dan sarana pendukung seperti alat bongkar muat, fasilitas perbaikan dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar kapal pesiar, kapal ikan maupun kapal pengolah hasil tangkapan dapat beroperasi dengan baik.

c.               Sarana transportasi.        Tersedianya sarana transportasi baik transportasi laut maupun darat yang ekonomis dan efisien. Dengan moda transportasi ini diharapkan para pemilik modal, pekerja/karyawan dan para wisatawan dapat menjangkau pulau terdepan dan daerah perbatasan dengan mudah.

d.              Sumber tenaga listrik.      Tersedianya sumber tenaga listrik yang dapat digunakan sebagai sumber penghasil tenaga untuk proses produksi di sentra-sentra industri maupun sebagai sarana penerangan di masyarakat. Sumber tenaga listrik tersebut dapat dihasilkan dari pembangkit listrik dari tenaga diesel untuk pulau terdepan maupun dengan membuat jaringan listrik baru di daerah perbatasan.

e.               Jaringan telekomunikasi.   Tersedianya jaringan telekomunikasi di pulau terdepan dan daerah perbatasan. Sehingga informasi terbaru dapat diketahui dan diakses oleh masyarakat pulau terdepan dan daerah perbatasan untuk meningkatkan potensi yang ada di sekitarnya agar dapat diberdayakan seoptimal mungkin.

f.                Fasilitas wisata bahari. Tersedianya fasilitas untuk mengoptimalkan potensi wisata bahari seperti sarana penginapan (cottage), kapal pesiar, sarana diving, surfing dan lain-lain. Sehingga potensi wisata bahari dapat diberdayakan seoptimal mungkin. 

18.           Upaya-upaya.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasi pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI adalah sebgai berikut;          

a.               Kementerian Kelautan dan Perikanan.

1)              Membuat perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang mengenai optimalisasi pemberdayaan  potensi pulau terdepan di bidang kelautan dan perikanan.

2)              Memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada lembaga kelautan dan perikanan,  masyarakat pesisir dan masyarakat nelayan tentang tata cara pengolahan sumber daya hayati di laut secara berkelanjutan.

3)              Melaksanakan pengembangan kawasan konservasi seperti konservasi penyu dan  kawasan budidaya perikanan.

4)              Bersama-sama dengan aparat penegak hukum di laut lainnya melaksanakan patroli dan pengamanan terhadap potensi sumber daya hayati di laut.

b.              Kementerian Kehutanan.

1)              Membuat perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang mengenai optimalisasi pemberdayaan potensi kehutanan.

2)              Memberikan sosialisai kepada Pengusaha pemegang HPH (hak pengelola hutan) agar pengelolaanpotensi kehutanan dilakukan secara terpadu.

3)              Mengadakan pelatihan tentang tata cara pelestarian hutan kepada pemegang hak pengelola hutan dan masyarakat.

4)              Mengadakan pengawasan  dan pengamanan taman nasional dan hutan lindung.

c.               Kementerian Pertanian.

1)              Melaksanakan perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka penjang mengenai optimalisasi pemberdayaan potensi bidang pertanian dan perkebunan.

2)              Memberikan sosialisai kepada para pengusaha perkebunan, agrobisnis dan agroindustri serta kepada masyarakat daerah perbatasan agar dapat melaksanakan pemberdayaan potensi dengan seoptimal mungkin.

d.              Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

1)              Melaksanakan perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka penjang mengenai pemberdayaan potensi energi dan sumber daya mineral di pulau terdepan dan daerah perbatasan.

2)              Melaksanakan pemasangan jaringan listrik ke daerah perbatasan dan daerah sentra industri agar proses produksi berjalan dengan lancar.

3)              Melaksanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel maupun tenaga matahari di pulau terdepan.

4)              Melaksanakan penelitian kandungan mineral yang terkandung di dasar perairan pulau terdepan dan daerah perbatasan untuk diberdayakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

e.               Kementerian Pendidikan.

1)              Membuat perencanaan pada kurikulum pendidikan yang berisi tentang materi kemaritiman/kebaharian, sehingga generasi muda mengetahui dan mengerti tentang potensi NKRI sehingga memiliki pengetahuan dan teknik untuk pemberdayaan potensi tersebut.

2)              Melaksankan pembangunan fasilitas pendidikan seperti sekolah, laboratorium dan perpustakaan agar masyarakat di pulau terdepan dan daerah perbatasan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

3)              Kemendiknas mengadakan pelatihan dan pembinaan kepada para siswa tentang pemberdayaan potensi yang dimiliki pulau terdepan dan daerah perbatasan.

f.                Kementerian Perhubungan.

1)              Membuat perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang tentang moda transportasi yang akan mendukung pemberdayaan potensi pulau terdepan maupun daerah perbatasan.

2)              Mengawasi, merawat dan memasang tanda-tanda navigasi untuk lalu lintas transportasi terutama pada pulau terdepan agar tidak terjadi tindak pelanggaran dan penguasaan oleh Negara lain.

3)              Melaksanan pengawasan dan kelaikan alat transportasi untuk menghindari kecelakaan di laut dan di darat.

g.              Kementerian Budaya dan Pariwisata.

1)              Melaksanakan pengembangan dan pembangunan fasilitas wisata di pulau terluar dan daerah perbatasan seperti sarana pemondokan/penginapan (hotel maupun cottage), peralatan diving, surfing, arum jeram (rafting) agar meningkatkan minat wisatawan dalam negeri maupun manca negara.

2)              Melaksanakan promosi tentang obyek wisata melalui media cetak, media massa  maupun media elektronik baik dalam negeri maupun luar negeri. 

3)              Bersama-sama dengan kementerian lain menggali potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan untuk dipromosikan sebagai obyek wisata.

4)              Melaksanakan pembinaan dan pelatihan tentang pengetahuan bahasa serta cara dan teknik pemanduan kepada para wisatawan.

         

h.              Kementerian Lingkungan Hidup.

1)              Melaksanakan sosialisai kepada para pengusaha yang melaksanakan optimalisasi pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan agar keseimbangan dan keserasian lingkungan hidup selalu terjaga dan terpelihara dengan baik.

2)              Pengaturan terhadap pemanfaatan sumber daya alam laut secara proporsional dan dilakukan dengan memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan (amdal).

3)              Melaksanakan peningkatan perlindungan sumber daya alam hutan tropis  dan kawasan konservasi serta mengembangkan kawasan budidaya secara produktif bagi kesejahteraan masyarakat pulau terdepan dan daerah perbatasan.

i.                 Mabes TNI.

1)              Mengadakan survey hidro-oseanografi tentang potensi yang dimiliki oleh pulau terdepan sehingga pengelolaan dapat  secara cepat dan tepat.

2)              Mengadakan patroli secara rutin terutama pada pulau terdepan, agar  tidak terjadi tindak pencurian sumber daya hayati  yang dimiliki oleh NKRI oleh nelayan asing (illegal fishing).

3)              Bersama-sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan pembinaan daerah pesisir dan pembinaan potensi maritim.

4)               Melaksanakan pembinaan mental kepada para pemuda agar memilki rasa cinta tanah air dan cinta sebagai negara maritim.

5)              Menempatkan personel di pulau terdepan dan daerah perbatasan guna melaksanakan pengamanan potensi agar tidak terjadi tindak pencurian dan penguasaan oleh pihak asing.

6)              Melaksanakan koordinasi pemantauan keamanan dengan negara tetangga yang memiliki perbatasan langsung dengan NKRI (India, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Rep. palau, Timor Leste dan Papua New Guinea).

j.                 Kementrian Komunikasi dan Informatika.

1)              Melaksanakan pembangunan jaringan telekomunikasi di pulau terdepan dan daerah perbatasan agar informasi terbaru yang berhubungan dengan pemberdayaan potensi dapat diterima.

2)              Memberikan informasi tentang pemberdayaan potensi pulau terdeepan dan daerah perbatasan secara teratur.

k.               Kementerian Pemukinan dan Prasarana Wilayah.

1)              Bersama-sama dengan kementerian lain turut serta dalam membangun sarana dan prasarana seperti transportasi, komunikasi, kelistrikan, pelayanan air  bersih serta sarana ekonomi (perbankan) di pulau tedepan dan daerah perbatasan.

2)              Melaksanakan pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana perhubungan laut di pulau terdepan dan daerah perbatasan meliputi;

a)              Pelabuhan dan sarana pendukungnya dengan tujuan agar pulau terdepan mudah disandarkan kapal ikan maupun kapal pesiar.

b)              Jalan umum dan jalan arteri agar sumber daya alam yang dihasilkan di daerah perbatasan dengan mudah untuk dibawa ke sentra-sentra industri dan ke pelabuhan untuk di pasarkan baik untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri.

3)              Melaksanakan pembangunan bandara udara, terminal maupun pelabuhan internasional di daerah/pulau strategis guna mendistribusi/menjual produk olahan/hasil tangkapan agar dapat dikirim ke konsumen dalam waktu yang cepat, sehingga biaya transportasi menjadi kecil.

4)              Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana sektor  industri dan sektor pemasaran, untuk pengolahan sumber daya hayati dari laut maupun sumber daya alam dari daerah perbatasan.

5)              Melaksanakan pembanguan fasilitas umum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti tempat ibadah, sarana budaya, pasar, tempat olahraga dan lain-lain.

l.                 Kementerian Kesehatan.

1)              Melaksanakan pembangunan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan poliklinik di pulau terluar dan daerah perbatasan agar masyarakat mendapatkan penanganan kesehatan dengan baik.

2)              Melaksanakan sosialisai kepada masyarakat pulau terdepan dan daerah perbatasan mengenai cara hidup sehat, gizi makanan dan kesehatan lingkungan.

3)               Melaksankan pengadaan obat-obatan dan peralatan medis yang memadai untuk mendukung beroperasinya rumah sakit dan puskesmas di pulau terdepan dan daerah perbatasan.

4)              Melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di pulau terdepan dan daerah perbatasan.

m.             Badan Koordinasi Survey Dan Pemetaan Nasional.

1)              Melaksanakan survey dan pemetaaan garis batas yang telah disepakati dengan Negara lain.

2)              Melaksanakan sosialisasi tentang batas-batas Negara kepada Pemda provinsi, kabupaten dan kecamatan di wilayah perbatasan.

3)              Bersama-sama dengan Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL melaksanakan penyelesaian pemetaan tapal batas pulau-pulau terdepan yang belum berpenghuni dengan negara lain.

n.              Pemerintah Daerah.

1)              Bersama-sama dengan kementerian terkait melaksanan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat pulau terdepan dan daerah perbatasan agar dapat memberdayakan potensi secara optimal.

2)              Memberikan pelayanan dan pembinaan teknis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pulau terdepan dan daerah perbatasan.

3)              Bersama-sama dengan kementerian Kimpraswil membangun dan menyediakan berbagai sarana baik sektor industri terhadap berbagai produk hasil laut/perairan.

4)              Memberikan pelayanan  dan  pembinaan teknis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di pulau terdepan dan daerah perbatasan.

5)              Menyediakan sarana dan prasarana untuk pembinaan dan pelatihan (semacam BLK) pengelolaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan bagi tenaga kerja agar memiliki keahlian (skill).

6)              Menginventarisasi dan membina lembaga permodalan masyarakat seperti koperasi yang perlu mendapat bantuan pendanaan dan pelatihan.

o.              Dunia Perbankan.

1)              Memberikan dukungan modal usaha dengan bunga terjangkau kepada para pengusaha yang melaksanakan pengelolaan potensi bidang kelautan dan bidang pengelolaan hutan dan perkebunan daerah perbatasan.





BAB VII

PENUTUP

19.           Kesimpulan.

a.               Pertempuran laut Aru adalah suatu pertempuran yang terjadi di Laut AruMaluku, pada tanggal 15 Januari 1962 antara Indonesia dan Belanda. Dalam pertempuran laut Aru telah mengakibatkan gugurnya Komodor Yos Sudarso.

b.               Dengan gugurnya Pahlawan Aru tersebut makin menggelorakan semangat masyarakat NKRI dalam usahanya untuk mengusir kolonial Belanda dari tanah air.

c.               Dengan semangat pertempuran laut Aru dapat diimplementasikan menjadi penggelora dalam meningkatkan optimalisasi pemberdayaan potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan yang selama ini belum terkelola dengan baik dan optimal, sehingga hasil yang dicapai belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI khususnya masyarakat nelayan dan masyarakat di daerah perbatasan.

d.               Dalam mengoptimalkan potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadahi agar dapat menunjang tujuan utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI.

e.               Untuk dapat memenuhi unsur pendukung, sarana dan prasarana dalam optimalisasi pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan perlu adanya koordinasi dan kerjasama yang erat antara lembaga terkait serta dukungan modal dari dunia perbankan.

20.            Saran.

a.               Agar setiap lembaga yang terkait untuk duduk bersama dalam upaya optimalisai pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan guna  merumuskan strategi dan upaya yang tepat  untuk optimalisasi tersebut.

b.               Agar setiap lembaga yang terkait untuk duduk bersama dalam membuat perencanaan tentang pembangunan sarana dan prasarana dalam merumuskan strategi yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan sarana dan prasarana tersebut.

c.               Agar Kementerian Pendidikan Nasional membuat perencanaan kurikulum pendidikan yang berorientasi pada kondisi geografis NKRI yang merupakan Negara Kepulauan, sehingga potensi sumber daya hayati dan non hayati dapat dikelola bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

d.               Agar Pemerintah membentuk suatu badan yang akan bekerja untuk meningkatkan pemberdayaan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan.

e.               Agar instansi yang berwenang untuk memelihara dan mengawasi keamanan potensi pulau terdepan dan daerah perbatasan untuk selalu mengadakan kotrol dan patroli secara rutin agar tidak terjadi tindak pencurian dan penguasaan oleh pihak asing.







 
 

KUTIPAN  RIWAYAT  HIDUP


NRP                     : 14647/P   

Nama                   : Mei Edi Prayitno, ST

Pangkat                : Mayor                                                Koprs         : T                                

Tempat/Tgl Lahir   : Tuban, 01 - 05 – 1975                          Jenis Kel.    : L

Suku                    : Jawa                                                  Agama       : Islam

Jabatan                : Kolinlamil/Satlinlamil Jakarta/

                            Sminlog/Si Data/Ka

Alamat                 : Rumdis TNI AL Kandangan

                             Block C/18 - Surabaya

I.       Pendidikan Umum

SD Tamat TH. 1987                                                          SPM (Pelayaran) Tamat TH.1993

SMP TamatTH. 1990                                                        S-1 FT/Perkapalan, ITATS SBY TH. 1999

II.  Pendidikan

A.  Militer:

Sema PaPK     Ang. -7 TH. 2000.                              

Diksargol Papk Ang- 4 TH. 2000/2001.                     

Dikspespa Pers TH. 2006/2007.

Diklapa II  TH. 2010.

BKursus:

Seaworthines Authority Tahun 2004.

Applied Approach Tahun 2009 di UNESA

 III. Bahasa Asing:                                                               Bhs. Daerah:

       Bhs. Inggris                     A                                              Bhs. Jawa       A

       Bhs. Jepang                     P

IV.  Riwayat Pangkat:

 24-06-2000           LTD                                                      01-10-2007      KPT

 01-10-2002           LTT                                                      01-04-2011      MAY

V.  Riwayat Jabatan:          

       01-11-2000  Koarmatim/Lantamal IV/ Fasharkan 04-05-2007 Kodikal/STTALDeppers/

                          Ujung Pandang/ Bag Produksi/ Beng                               Si Minpers/Ka

                          Bakap/ Si Galangan/Subsi AT/Ka.

      25-07-2004  Koarmatim/Lantamal IV/ Fasharkan 25-02-2009 Kobangdikal/STTAL/Depopsdik/

                          Ujung Pandang/ Beng Bakap/Si                                      Si Opsdik/Subsi Daldik/Ka.

  Galangan/Ka.

01-08-2006  Koarmatim/Lantamal IV/ Fasharkan 23-06-2010 Kolinlamil/Satlinlamil Jkt/Sminlog/                  Ujung Pandang/ Beng Bakap/Si                                      Si data/ Ka

                    Galangan/Ka.

VI. Tanda Jasa:

SL. Kesetiaan VIII

SL. Dwidya Sistha

                                   


posted @ Tuesday, November 29, 2011 5:43 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page