Contact us      Link     Video          


           

Current Articles | Categories | Search | Syndication

DANLANAL CILACAP PEDULI MUSEUM USMAN JANATIN

 
 

Sersan Usman adalah prajurit KKO TNI AL yang sekarang terkenal dengan sebutan Marinir. Mungkin tidak semua masyarakat Indonesia mengenal Usman dan apalagi Harun, Keduanya adalah Pahlawan Dwikora dari Korps Komando Operasi (KKO) yang sekarang bernama Korps Marinir TNI AL dan ditangkap pihak Singapura pada 1964 lalu. Pada waktu itu Usman dan Harun tengah melaksanakan misi Dwikora mencegah pembentukan negara negara yang disebut Soekarno 'Boneka Inggris'.

Kedua anggota KKO itu melakukan pemboman perkantoran di Singapura. Namun saat melarikan diri, motor boat yang ditumpangi keduanya mogok, hingga akhirnya ditangkap patroli laut Singapura. Keduanya pada 1968 dihukum gantung di Singapura. Pada 17 Oktober 1968 Alm. Usman dan Harun dibawa kembali ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, demikian  sekelumit sejarah Usman dan Harun.

Nama Usman sendiri lengkapnya adalah Usman Janatin bin H. Ali Hasan yang lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 18 Maret 1943. Di kota kelahirannya Usman Janatin diabadikan sebagai nama taman kota, yang terletak di Jalan Ahmad Yani Purbalingga. Jauh sebelumnya, nama Usman Janatin juga sudah diabadikan sebagai nama yayasan yaitu Yayasan Pendidikan Usman Janatin. Salah satunya dengan membangun Taman Kanak-Kanak (TK) Usman Janatin di RT 11 RW V Dusun Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Jawa Tengah. Tidak jauh dari Yayasan Pendidikan Usman Janatin di atas tanah seluas kurang lebih 14x15 meter berdiri sebuah bangunan seluas 6x9 meter dimana pahlawan ini pernah dilahirkan dibangun museum yang diberi nama Usman Janatin. Bukan itu saja rencana pada tanggal 4 Desember 2014 satu hari sebelum hari Armada RI bertempat di Dermaga Ujung Surabaya nama Usman Harun akan diabadikan menjadi salah satu nama kapal perang RI.

Musium yang baru ini masih membutuhkan banyak uluran tangan guna mengisi kelengkapan ruangan museum, sebagai wujud kepedulian akan museum Usman Janatin Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (P) Toto Suharyanto, S.T., baru-baru ini telah menyumbangkan beberapa barang untuk mengisi kelengkapan museum. Bukan hanya itu Danlanal juga telah mempercantik gerbang dan pintu masuk gedung museum dengan bangunan relief logo Marinir.

Bangunan museum yang sedang dalam pengerjaan sekitar 90 persen tersebut saat ini masih banyak membutuhkan koleksi barang-barang berharga Usman Janatin dan untuk kegiatan pendidikan bagi generasi muda agar lebih mengenal sosok Usman Janatin dan mengenang jasa Sersan Usman Janatin.

(Pen Lanal Cilacap)

posted @ Friday, November 21, 2014 11:01 PM by Dispenal Mabesal

Previous Page | Next Page