Bahasa        
AKSI CEPAT TIM MEDIS HYPERBARIC CHAMBER RUMKIT TNI AL JALA AMMARI SELAMATKAN PENYELAM TRADISIONAL ALAMI DEKOMPRESI
Posted By : Admin, 27/11/2025 20:34 WIB, : 105
 
 
Tim medis Rumah Sakit TNI AL (Rumkit) Jala Ammari Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VI kembali menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam tugas kemanusiaan. Dengan aksi cepat dan tepat, tim berhasil menyelamatkan seorang penyelam tradisional asal Pulau Balang Lompo, Sulawesi Selatan, yang mengalami penyakit dekompresi tipe 2, pada Rabu (26/11/2025).

Insiden tersebut menyoroti tingginya risiko yang dihadapi para penyelam tradisional, khususnya mereka yang melakukan penyelaman di kedalaman lebih dari 10 meter kemudian naik ke permukaan secara cepat. Perubahan tekanan drastis dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti dekompresi.

Kepala Rumkit Jala Ammari Kodaeral VI, Letkol Laut (K) dr. Suhadi, Sp.KL., Subsp. PH(K)., M.K.K., MH.Kes, AIFO-K, CHQP, MQM, FIHFAA, FISQua menjelaskan bahwa pasien bernama Zulkarnain (35), warga Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep, dilarikan ke Rumkit TNI AL Jala Ammari setelah menunjukkan gejala dekompresi tipe 2. Kondisi ini terjadi akibat terbentuknya gelembung gas nitrogen yang tidak larut dalam darah dan jaringan tubuh karena penurunan tekanan secara cepat. Gejala yang dialami korban dilaporkan cukup parah sehingga membutuhkan penanganan segera dengan fasilitas khusus berupa hyperbaric chamber.

Setibanya di rumah sakit, tim medis yang dipimpin oleh Spesialis Kedokteran Kelautan Subspesialis Penyelaman dan Hiperbarik Konsultan (Sp.KL Subsp. PH(K)) langsung melakukan tindakan penyelamatan. Pasien dimasukkan ke dalam Hyperbaric Chamber (ruang dekompresi), salah satu fasilitas medis unggulan Rumkit TNI AL Jala Ammari dan menjadi rujukan di kawasan timur Indonesia.

Lebih lanjut, Karumkit dr. Suhadi menuturkan bahwa masih banyak penyelam tradisional mengalami dekompresi, baik tipe 1 maupun tipe 2. Salah satu penyebabnya adalah penyelaman tanpa tabel penyelaman yang benar serta penggunaan kompresor yang tidak memenuhi standar, termasuk kurangnya perhatian pada kualitas oli kompresor. Penanganan dekompresi (DCS) hanya dapat dilakukan dengan Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) di dalam Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT), untuk memulihkan kondisi fisiologis tubuh secara bertahap.

Tindakan cepat penanganan medis ini merupakan arahan dari Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., sebagai wujud kepedulian TNI AL terhadap masyarakat pesisir serta komitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam darurat medis kelautan.

Karumkit Jala Ammari menambahkan perlunya kolaborasi lintas instansi dalam mengurangi angka kasus dekompresi pada penyelam tradisional. Edukasi terkait risiko penggunaan kompresor, pentingnya pelaksanaan TOHB meskipun gejala belum muncul, serta peningkatan penanganan awal bagi tenaga medis pesisir harus terus diperkuat.

Kondisi pasien kini dilaporkan berangsur membaik setelah menjalani serangkaian terapi hiperbarik. Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan serta prosedur penyelaman yang benar wajib dipahami dan diterapkan oleh seluruh penyelam tradisional.
 



MABES TNI   TNI AL   TNI AU   TNI AD

Copyright © Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut

Komplek Militer Cilangkap, Cilangkap, Cipayung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13870

Kontak Kami:
Email. dispenal@tnial.mil.id
Telp. (021) 8723308
Hp. +6281382556085
Fax. (021) 8710628