FORUM PAKAR MARITIM, PANGARMADA III DUKUNG KONSEP NGB JADI STRATEGI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
|
| Posted By : Admin, 26/02/2026 11:31 WIB, : 63 |
|
|
|
|
|
Panglima Armada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN, hadiri Forum Pakar Maritim yang digagas Yayasan Garuda Di Lautku di Kota Ambon, Selasa (24/2/2026). Forum ini menekankan pentingnya penerapan konsep Net Gain Biodiversity (NGB) dalam setiap proyek pembangunan energi dan pengelolaan sumber daya laut, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan bertema “Net Gain Biodiversity (NGB), Warisan Ekologis untuk Maluku dan Indonesia” tersebut menjadi ruang diskusi lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi teknis penerapan NGB, membangun sinergi multipihak, serta mendorong Maluku sebagai model integrasi pembangunan energi, konservasi, dan pertahanan maritim.
Panglima Komando Armada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN hadir sebagai narasumber dan menyatakan dukungannya terhadap konsep NGB sebagai pendekatan strategis dalam pembangunan sektor maritim. Menurutnya, pengelolaan sumber daya laut harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, pertahanan, dan keberlanjutan lingkungan.
“Konsep Net Gain Biodiversity menjadi langkah progresif agar setiap proyek pembangunan tidak hanya meminimalkan dampak, tetapi mampu meningkatkan kualitas ekosistem secara nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie menegaskan bahwa Maluku memiliki posisi strategis dalam konteks biodiversitas global. Dengan 1.422 pulau dan garis pantai sekitar 10.914 kilometer, Maluku berada di jantung segitiga terumbu karang dunia.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah menyampaikan komitmen global untuk memperluas kawasan konservasi pesisir dan laut hingga 30 persen atau sekitar 95,5 juta hektare pada tahun 2045. Di tingkat daerah, Maluku telah mengalokasikan kawasan konservasi laut seluas 4,4 juta hektare, termasuk 15 kawasan konservasi daerah seluas 2,67 juta hektare serta tujuh kawasan dalam tahap pencadangan dan inisiasi.
Namun demikian, potensi sumber daya alam tersebut dinilai belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Sadali Ie menyoroti skema dana bagi hasil perikanan serta pengelolaan Participating Interest (PI) sebesar 2 persen di sektor minyak dan gas bumi yang dinilai belum memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
Maluku memiliki 16 cekungan migas yang tersebar di 12 gugus pulau. Salah satunya berada dalam tahap pengembangan, yakni Blok Masela, serta satu cekungan minyak yang telah berproduksi di wilayah Bula.
Komandan Kodaerah Militer IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas turut menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan kelestarian lingkungan laut. Menurutnya, konsep NGB dapat menjadi pendekatan strategis agar setiap proyek pembangunan pesisir dan laut berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Forum Pakar Maritim ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan dan rekomendasi teknis penerapan NGB pada proyek energi pesisir dan laut, termasuk proyek strategis seperti Blok Masela. Selain itu, forum ini juga diharapkan mendorong terobosan kebijakan berbasis biodiversitas guna menciptakan keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam di daerah penghasil seperti Maluku.
Melalui pendekatan tersebut, Maluku didorong tidak hanya menjadi lumbung sumber daya laut dan energi nasional, tetapi juga menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. |
|
|
|
|
Copyright © Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut
Komplek Militer Cilangkap, Cilangkap, Cipayung, Kota Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13870
Kontak Kami: Email. dispenal@tnial.mil.id Telp. (021) 8723308 Hp. +6281382556085 Fax. (021) 8710628
|